Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Tembok Penangkaran di Cianjur Jebol, BKSDA Kesulitan Data Buaya yang Kabur

Bagikan
Tembok Penangkaran di Cianjur Jebol, BKSDA Sulit Data Buaya yang Kabur (Foto : Kompas)
Tembok Penangkaran di Cianjur Jebol, BKSDA Sulit Data Buaya yang Kabur (Foto : Kompas)

Pangannews.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Bogor mengonfirmasi bahwa sekitar 80 ekor buaya yang berada di penangkaran di Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, merupakan titipan dari balai itu sejak tahun 2018. Penitipan ini dilakukan akibat kesulitan BKSDA dalam menemukan lokasi yang layak untuk menampung buaya-buaya tersebut.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I Bogor, Diah Qurani Kristina, menjelaskan bahwa buaya-buaya ini diambil alih dari lokasi yang sama karena berbagai masalah, termasuk perizinan.

"Statusnya adalah penangkaran BKSDA, namun kami tidak memiliki tempat yang cukup, sehingga buaya-buaya ini tetap dititipkan di Kelurahan Sayang," ujarnya, dikutip dari Antara.

Diah menambahkan bahwa penitipan tersebut didukung dengan surat berita acara yang menegaskan status buaya muara tersebut. Namun, jumlah buaya diperkirakan akan berkurang karena risiko kematian dan kemungkinan dimakan oleh buaya lain.

Situasi semakin rumit ketika beberapa buaya berhasil kabur akibat jebolnya tembok penangkaran, yang terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang pada Rabu malam. Petugas gabungan dari Kelurahan Sayang berhasil menangkap lima ekor buaya yang lepas dari penangkaran, sementara puluhan buaya lainnya masih menunggu lokasi yang memadai untuk dipindahkan.

"Kami berencana memindahkan lima buaya yang kabur ke Taman Safari Indonesia, sedangkan buaya lainnya masih dalam proses penanganan," jelas Diah.

Kepala Kelurahan Sayang, Wiji Eko, juga mengonfirmasi insiden tersebut. Ia menyebutkan bahwa tembok penangkaran buaya yang terletak di tanah milik seorang pengusaha di Kampung Gunung Calung jebol dan menyebabkan sebagian buaya melarikan diri.

"Kami belum tahu berapa banyak buaya yang kabur, namun saat ini lima ekor sudah berhasil ditangkap," ungkapnya.

BKSDA berkomitmen untuk menangani situasi ini dengan serius dan berharap dapat menemukan solusi jangka panjang untuk menjaga kelestarian buaya serta keamanan masyarakat.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal