Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Gerombolan Kupu-Kupu Terbang di Sejumlah Wilayah Kediri, Ini Kata Ahli

Bagikan
Ilustrasi kupu-kupu. (Foto: Taufiq Ismail/Klik Hijau)
Ilustrasi kupu-kupu. (Foto: Taufiq Ismail/Klik Hijau)

Pangannews.id – Gerombolan kupu-kupu yang belakangan ini menyelimuti sejumlah wilayah di Kediri, Jawa Timur, menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Sepekan terakhir, ribuan kupu-kupu kecil dengan warna hijau dan kekuningan terlihat beterbangan dalam kelompok besar, terbang menuju arah timur.

Pemandangan ini cukup mencolok dan menarik perhatian, terutama warga yang belum pernah menyaksikan fenomena serupa sebelumnya.

Menanggapi fenomena ini, sejumlah ahli menjelaskan bahwa keberadaan kupu-kupu tersebut adalah bagian dari siklus alamiah yang biasa terjadi pada musim pancaroba, yakni peralihan antara musim kemarau dan musim hujan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemerintah Kota Kediri, Ridwan, mengatakan bahwa kemunculan kupu-kupu bukanlah kejadian yang luar biasa.

"Musim pancaroba memang sering menyebabkan bermunculannya berbagai jenis serangga, termasuk kupu-kupu. Fenomena ini adalah hal yang alami,” ujar Ridwan, yang juga menjelaskan bahwa selain kupu-kupu, jenis serangga lain juga cenderung muncul pada periode ini.

Migrasi dan Perilaku Kupu-Kupu

Fenomena gerombolan kupu-kupu ini juga dijelaskan lebih lanjut oleh Dosen Biologi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kota Kediri, Tutut Indah Sulistiyowati. Menurutnya, fenomena ini merupakan siklus tahunan yang terjadi menjelang musim penghujan.

“Menjelang bulan November, ketika kelembapan udara meningkat dan banyak bunga mulai bermekaran, kupu-kupu akan lebih banyak terlihat. Ini adalah hal yang wajar dan alami. Mereka memang mencari sumber daya makanan, seperti nektar dari bunga-bunga yang sedang mekar,” terang Tutut, seperti dikutip dari Kompas.

Selain itu, Tutut menjelaskan bahwa kupu-kupu tersebut terbang ke arah timur, kemungkinan karena wilayah tersebut memiliki banyak tumbuhan yang mendukung kelangsungan hidup mereka, seperti bunga yang bermekaran, tempat mencari pasangan, dan lokasi yang tepat untuk meletakkan telur.

“Kupu-kupu memiliki kemampuan navigasi yang unik, yang diwariskan secara genetik. Ini memungkinkan mereka terbang menuju tempat-tempat yang cocok untuk bertahan hidup dan berkembang biak,” jelasnya.

Mengenai jenis kupu-kupu yang muncul di Kediri, Tutut menduga bahwa kupu-kupu tersebut berasal dari genus Eurema, meskipun ia belum dapat memastikan spesies pastinya. Beberapa spesies dari genus ini yang sering dijumpai di Indonesia antara lain Eurema sari dan Eurema hecabe.

"Harus dicek lagi spesiesnya, karena genus Eurema memiliki banyak spesies," ujar Tutut.

Potensi Gangguan

Kehadiran kupu-kupu ini tentu memiliki manfaat ekologis. Sebagai polinator (serangga yang membantu penyerbukan), kupu-kupu memainkan peran penting dalam ekosistem.

"Artinya, banyak bunga yang akan diserbuk oleh kupu-kupu ini, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan tanaman," jelas Tutut.

Namun, fenomena ini juga memiliki sisi lain yang perlu diperhatikan, terutama bagi para pengusaha pertanian. Pada fase sebelumnya, kupu-kupu ini merupakan ulat yang dapat menjadi hama tanaman. Meskipun demikian, menurut pengusaha pertanian, populasi kupu-kupu yang ada saat ini belum mencapai tingkat kerusakan yang signifikan.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal