Pangannews.id - Mengatasi masalah food waste atau pemborosan makanan, yang menjadi tantangan besar di banyak supermarket bisa ditekan dengan teknologi yang tepat. Menurut penelitian terbaru dari Texas McCombs, salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan beralih dari penggunaan label rak kertas menjadi label digital yang dapat disesuaikan secara cepat.
Dengan menggunakan teknologi ini, supermarket dapat menurunkan harga produk yang sudah mendekati tanggal kedaluwarsa dan memindahkan stok lama dari rak, sehingga mengurangi pemborosan makanan yang masih layak konsumsi.
Food waste merujuk pada makanan yang terbuang meskipun masih dalam kondisi yang bisa dimakan. Peneliti Ioannis Stamatopoulos, guru besar bidang manajemen informasi, risiko, dan operasi dari Texas McCombs, mengatakan bahwa penerapan harga dinamis (dynamic pricing) melalui label digital bukan hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga mengurangi emisi yang dihasilkan dari makanan yang terbuang.
“Semua orang akan lebih diuntungkan ketika penetapan harga dinamis diaktifkan. Ada lebih sedikit sampah makanan dan lebih sedikit emisi dari makanan yang berakhir di tempat pembuangan sampah,” ujar Stamatopoulos, seperti dikutip dari Phys.
Teknologi harga dinamis memungkinkan supermarket untuk dengan cepat menyesuaikan harga produk yang mendekati tanggal kedaluwarsa dengan menggunakan label digital yang dapat diperbarui secara instan melalui perangkat elektronik seperti tablet.
Metode ini jauh lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan label kertas fisik, yang memerlukan waktu untuk mencetak dan menempelkannya di rak.
Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis dua jaringan grosir Eropa yang mengadopsi label digital untuk produk-produk yang mudah rusak. Jaringan grosir pertama, yang terletak di Inggris, menggunakan label digital untuk 940 produk dan menampilkan harga dasar, yang kemudian diberikan diskon saat mendekati tanggal kedaluwarsa. Hasilnya, harga produk diubah 54 persen lebih sering dibandingkan dengan metode tradisional.
Sementara itu, jaringan supermarket kedua yang berada di Uni Eropa mengadopsi label elektronik yang dilengkapi dengan teknologi barcode canggih. Berbeda dengan barcode standar, teknologi barcode ini mampu menyimpan informasi tambahan seperti tanggal pengemasan, nomor lot, dan tanggal kedaluwarsa produk.
Setelah teknologi ini diterapkan, frekuensi perubahan harga di supermarket tersebut meningkat secara signifikan, hingga 853 persen.
"Perubahan harga yang cepat membantu pembeli. Jika Anda seorang konsumen yang benar-benar peduli dengan harga, maka Anda dapat membeli blueberry yang akan kedaluwarsa dua hari sebelumnya dan mengonsumsinya hari ini," jelas Stamatopoulos.
Namun, meskipun harga dinamis menawarkan banyak manfaat dalam jangka panjang, penerapan teknologi ini juga menghadapi beberapa kendala jangka pendek. Salah satunya adalah kekhawatiran konsumen bahwa pengecer mungkin akan menaikkan harga ketika permintaan tinggi.
Meskipun demikian, teknologi ini dipandang sebagai langkah positif dalam mengurangi pemborosan makanan dan meningkatkan efisiensi operasional di supermarket.
Studi ini, yang berjudul Inventory Information Frictions Explain Price Rigidity in Perishable Groceries, dipublikasikan dalam Marketing Science, dan semakin menguatkan keyakinan bahwa teknologi dapat menjadi solusi untuk mengatasi food waste yang selama ini menjadi masalah global.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.