Inovasi Zeolit IPB Bantu Peternak Tekan Bakteri dan Naikkan Produksi Telur

Pers Pangannews

Kamis, 08 Januari 2026 11:02 WIB

news
Dr Zaenal Abidin dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University. (Foto: IPB University)

Pangannews.id - Masalah kualitas air minum ternak masih menjadi pekerjaan rumah di banyak peternakan unggas. Dari persoalan itu, peneliti IPB University menghadirkan alternatif teknologi penyaring air berbahan zeolit yang diklaim mampu menekan kontaminasi bakteri sekaligus meningkatkan produktivitas ayam petelur.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Dr Zaenal Abidin dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB.

Ia menilai, kualitas sanitasi air minum ayam di lapangan masih kerap diabaikan, padahal berpengaruh langsung terhadap kesehatan ternak dan mutu telur.

Selama ini, peternak umumnya menambahkan kaporit ke dalam air minum untuk membunuh bakteri. Namun cara tersebut dinilai memiliki keterbatasan karena berpotensi mematikan bakteri baik dan menimbulkan dampak lingkungan.

“Kami mencoba menawarkan solusi yang lebih aman dan berbasis material alam,” kata Zaenal, dikutip dari laman resmi IPB Univesity.

Filter yang dikembangkan memanfaatkan zeolit, batuan alam jenis alumino silikat yang banyak ditemukan di Indonesia. Zeolit dipilih karena memiliki kemampuan mengikat kation, sehingga dapat dimodifikasi untuk berfungsi sebagai media antibakteri.

Dalam aplikasinya, zeolit diaktifkan dan dibentuk dalam ukuran granul sekitar tiga milimeter agar aliran air tetap lancar dan tidak menyumbat.

Hasil uji penerapan di peternakan menunjukkan air minum ayam yang disaring dengan filter tersebut tidak terdeteksi bakteri. Dampaknya, telur yang dihasilkan lebih higienis dan produktivitas ayam petelur meningkat hingga sekitar lima persen.

Temuan ini dinilai membuka peluang pemanfaatan sumber daya alam lokal sebagai solusi praktis bagi peternak unggas, khususnya dalam menjaga kualitas air minum tanpa ketergantungan pada bahan kimia.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...