Pangannews.id - Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon melakukan pengujian kualitas air secara berkala untuk memantau kondisi perairan di kawasan pelabuhan. Pemantauan ini difokuskan pada kolam pelabuhan dan saluran drainase yang berpotensi membawa limbah ke area aktivitas perikanan.
Kepala PPN Ambon Jafar Sahubawa mengatakan hasil pengujian menjadi acuan dalam menilai kondisi lingkungan sekaligus menentukan langkah pengelolaan apabila ditemukan indikasi penurunan kualitas air.
“Pengujian kualitas air yang dilakukan secara rutin ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan lingkungan pelabuhan tetap sehat dan mendukung keberlanjutan usaha perikanan. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan pengelolaan ke depan,” kata Jafar.
Pengambilan sampel dilakukan setiap tiga bulan bekerja sama dengan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Ambon. Tim teknis mengambil sampel di sejumlah titik menggunakan metode grab sampling untuk menggambarkan kondisi perairan saat itu.
Sampel kemudian dianalisis di laboratorium dengan mengukur sejumlah parameter, seperti suhu, tingkat keasaman (pH), oksigen terlarut (DO), kebutuhan oksigen biologis (BOD), kebutuhan oksigen kimia (COD), serta kandungan logam berat dan bakteri.
“Pengujian ini mengacu pada standar baku mutu air laut dan limbah yang ditetapkan pemerintah, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujarnya.
Data hasil pengujian selanjutnya dimasukkan ke dalam Sistem Pelaporan Ragam Informasi Lingkungan Pelabuhan Perikanan (Selaraskan) untuk pemantauan berkelanjutan. Informasi tersebut digunakan untuk menyusun rekomendasi pengelolaan lingkungan, termasuk langkah mitigasi jika ditemukan potensi pencemaran.
Jafar menambahkan pemantauan kualitas air dilakukan untuk memastikan aktivitas pelabuhan tetap berjalan tanpa mengganggu kondisi ekosistem perairan.
“Melalui pengujian berkala ini, kami ingin memastikan pelabuhan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga tetap ramah lingkungan dan sejalan dengan prinsip ekonomi biru,” katanya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.