Rabu, 15 April 2026 10:47 WIB
Pangannews.id - Tren camilan dengan label “baked” atau panggang kian diminati karena dianggap lebih sehat dibandingkan produk gorengan. Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Ahli gizi Megan Rossi menjelaskan, perbedaan keripik kentang biasa dengan versi panggang bukan hanya pada cara memasaknya, tetapi juga pada bentuk bahan baku yang digunakan.
“Keripik biasa umumnya berasal dari irisan kentang utuh, sedangkan produk ‘baked’ sering dibuat dari kentang yang sudah diproses menjadi bentuk lain,” ujar Rossi, dikutip dari EatingWell.
Menurut dia, proses pengolahan tersebut membuat produk masuk dalam kategori makanan yang telah mengalami perubahan signifikan sebelum dikonsumsi.
Dampaknya, sejumlah kandungan gizi alami pada kentang bisa berkurang. Meski keripik panggang biasanya mengandung lemak dan kalori yang lebih rendah, nilai gizinya tidak selalu lebih unggul.
“Beberapa vitamin dan mineral penting justru bisa lebih sedikit,” katanya.
Selain itu, untuk menjaga cita rasa, produsen kerap menambahkan bahan lain seperti perisa maupun gula. Hal ini membuat keripik panggang tetap tergolong makanan olahan.
Rossi menilai, baik keripik goreng maupun panggang tetap bisa dikonsumsi selama tidak berlebihan. Kunci utamanya ada pada keseimbangan pola makan.
Ia menyarankan konsumen untuk lebih teliti membaca label komposisi produk. Keripik dengan bahan sederhana dinilai lebih baik dibandingkan produk dengan daftar bahan yang panjang.
“Pilih yang komponennya minimal, misalnya hanya kentang, minyak, dan garam,” ujarnya.
Alternatif lain, masyarakat juga bisa membuat keripik sendiri di rumah agar kandungan garam dan bumbu dapat dikontrol sesuai kebutuhan.
Rossi menegaskan, label “baked” sebaiknya tidak dijadikan patokan utama dalam menilai kesehatan suatu produk.
“Label itu tidak otomatis berarti lebih sehat, karena tetap melalui proses pengolahan dan bisa mengandung tambahan bahan,” katanya.
Editor : Adi Permana
Selasa, 21 April 2026 14:37 WIB
Sabtu, 18 April 2026 15:07 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...