13 jam yang lalu
Pangannews.id - Perdebatan soal halal atau tidaknya daging kurban kerap muncul setiap menjelang Idul Adha. Salah satu yang paling sering dipercaya masyarakat ialah anggapan bahwa hewan yang disembelih menggunakan pisau tumpul otomatis menjadi haram dikonsumsi.
Anggapan itu ditepis Juleha Indonesia. Organisasi juru sembelih halal tersebut menilai masyarakat masih keliru memahami aturan dasar penyembelihan hewan kurban.
Anggota Tim Dakwah Juleha Indonesia, Fredi Insan Nurfadli, menjelaskan penggunaan pisau yang tidak tajam memang merupakan kesalahan karena membuat hewan lebih menderita. Namun, kondisi itu tidak langsung membatalkan kehalalan daging.
“Yang salah cara memperlakukan hewannya, bukan otomatis dagingnya jadi haram,” ujar Fredi, dikutip dari Antara.
Ia mengatakan dalam ajaran Islam, penyembelih dianjurkan menggunakan alat yang tajam agar proses pemotongan berlangsung cepat dan tidak menyiksa hewan. Karena itu, penyembelih yang sengaja memakai pisau tumpul dinilai melanggar etika penyembelihan.
Meski begitu, Fredi justru mengingatkan adanya praktik lain yang lebih fatal dan berpotensi membuat daging kurban tidak halal. Praktik tersebut adalah menusuk tubuh sapi setelah proses penyembelihan dilakukan di bagian leher.
Menurutnya, sebagian jagal kerap melakukan tusukan tambahan ke jantung atau saraf otak agar sapi lebih cepat mati. Cara itu dianggap keliru karena dapat mengubah penyebab utama kematian hewan.
“Kalau kematiannya bukan karena sembelihan di leher, itu yang bisa bermasalah,” katanya.
Fredi menuturkan proses penyembelihan seharusnya cukup dilakukan pada bagian leher sesuai ketentuan syariat. Setelah itu, jagal diminta menunggu hingga hewan mati secara alami tanpa tindakan tambahan yang dapat memperparah luka.
Ia pun mengimbau panitia kurban lebih memperhatikan teknik penyembelihan dan tidak terburu-buru saat menangani hewan. Menurutnya, kehati-hatian dalam proses tersebut penting agar ibadah kurban tetap sesuai syariat dan daging yang dibagikan benar-benar terjaga kehalalannya.
Editor : Adi Permana
13 jam yang lalu
Minggu, 24 Mei 2026 08:36 WIB
Sabtu, 23 Mei 2026 11:48 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...