Guru Besar IPB Dorong Sukun Jadi Komoditas Pangan Strategis

Pers Pangannews

11 jam yang lalu

news
Buah sukun. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Sukun dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu komoditas andalan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, tanaman ini juga dinilai lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Edi Santosa, mengatakan sukun memenuhi sejumlah syarat untuk dikategorikan sebagai superfood.

Menurutnya, suatu pangan dapat disebut superfood apabila memiliki kandungan nutrisi tinggi, memberikan manfaat kesehatan, dibudidayakan dengan emisi karbon yang rendah, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.

"Berdasarkan berbagai kajian dan pengamatan di lapangan, sukun memenuhi ketiga kriteria itu," kata Edi, dilansir dari laman IPB University.

Dari sisi gizi, sukun mengandung serat yang tinggi dan memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan sejumlah sumber karbohidrat lainnya. Buah ini juga kaya vitamin C.

Sejumlah penelitian bahkan menemukan kandungan vitamin A, folat, zat besi (Fe), dan seng (Zn) yang berperan dalam mendukung pemenuhan gizi serta membantu mencegah stunting.

Edi menambahkan, kandungan nutrisi sukun juga lebih baik dibandingkan singkong. Meski demikian, ia mengingatkan setiap bahan pangan memiliki keunggulan masing-masing sehingga tidak perlu diposisikan sebagai pesaing.

"Sukun juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan singkong. Namun, setiap bahan pangan memiliki keunggulan masing-masing dan saling melengkapi, sehingga tidak perlu dipertentangkan," ujarnya.

Keunggulan lain sukun terletak pada kemampuan adaptasinya terhadap berbagai kondisi lingkungan. Tanaman tahunan ini dapat tumbuh baik di daerah dengan curah hujan tinggi maupun wilayah yang relatif kering, seperti Nusa Tenggara Timur.

"Dengan perawatan yang relatif minim, pohon sukun tetap mampu berproduksi hampir sepanjang tahun," katanya.

Potensi sukun tidak hanya berhenti sebagai sumber pangan. Menurut Edi, komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang besar jika diolah menjadi tepung. Bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan modern, mulai dari roti, mi, hingga aneka makanan olahan yang memiliki pasar lebih luas.

Sementara untuk pasar ekspor buah segar, Edi menilai tantangan terbesar masih terletak pada rendahnya pengenalan masyarakat internasional terhadap sukun. Karena itu, promosi perlu diperkuat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk industri, pemerintah, dan media.

"Yang dibutuhkan sekarang adalah penguatan promosi, budaya pangan, dan industri. Festival atau perlombaan berbasis sukun dapat menjadi langkah untuk meningkatkan popularitasnya. Media massa juga memiliki peran penting dalam mengenalkan sukun sebagai superfood Indonesia," katanya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...