12 jam yang lalu
Pangannews.id -Pasokan bawang merah dan tomat yang melimpah dari panen raya di sejumlah daerah ikut menahan laju inflasi Jawa Barat pada Agustus 2026. Berdasarkan catatan BPS, inflasi bulanan Jawa Barat berada di level 0,21 persen.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, tekanan harga masih terjadi pada sejumlah komoditas pangan. Kenaikan harga beras dan daging ayam ras menjadi salah satu tekanan di tengah puncak musim kemarau.
Namun, kondisi tersebut tidak sampai mendorong inflasi lebih tinggi karena pasokan bawang merah dan tomat cukup melimpah.
"Jawa Barat berhasil mempertahankan laju inflasi di tengah tekanan kenaikan harga beras dan daging ayam akibat puncak musim kemarau, salah satu perannya adalah melimpahnya pasokan bawang merah dan tomat," kata Ari, dikutip dari Antara.
Secara tahun kalender, inflasi Jawa Barat hingga Agustus 2026 tercatat 1,86 persen. Sementara secara tahunan, inflasi berada di angka 3,13 persen.
BPS mencatat seluruh 10 kabupaten/kota yang menjadi wilayah pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Barat mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Subang dan Kota Cirebon, masing-masing 0,40 persen. Sebaliknya, Kabupaten Majalengka mencatat inflasi paling rendah, yakni 0,06 persen.
Di daerah lainnya, inflasi tercatat 0,32 persen di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Kota Tasikmalaya mengalami inflasi 0,39 persen, Kota Bogor 0,27 persen, Kota Sukabumi 0,22 persen, Kota Bekasi 0,17 persen, dan Kota Depok 0,07 persen.
Menurut Ari, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,12 persen.
Sejumlah komoditas yang turut mendorong inflasi adalah daging ayam ras, beras, sigaret putih mesin, semangka, dan buncis.
Ari menilai ketersediaan pasokan hortikultura di daerah menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Kondisi itu dinilai semakin penting ketika produksi dan distribusi pangan menghadapi tantangan akibat cuaca kemarau.
Editor : Adi Permana
Kamis, 27 Agustus 2026 13:46 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 19:04 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...