Pangannews.id - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang memaparkan sejumlah faktor yang menghambat pencapaian swasembada pangan di daerah tersebut.
Tiga faktor utama yang dianggap menjadi penghambat utama adalah kondisi alam yang rawan bencana, keterbatasan modal bagi petani, dan tidak tersedianya kuota asuransi bagi petani pada tahun 2024.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Pandeglang, Nuridawati, mengungkapkan bahwa daerah Pandeglang, yang sebagian besar merupakan lumbung pangan, kerap kali dilanda bencana alam seperti banjir dan kekeringan.
Kondisi ini tentu menghambat upaya peningkatan produksi pangan yang diharapkan dapat mendukung swasembada pangan.
"Penghambat atau tantangan pertama adalah faktor alam, seperti banjir yang sedang terjadi saat ini dan sebelumnya juga ada kekeringan yang mengganggu sektor pertanian," ujar Nuridawati, Selasa (17/12/2024), seperti dikutip dari KBRN.
Selain faktor alam, masalah permodalan juga menjadi hambatan besar bagi petani di Pandeglang. Banyak petani di daerah tersebut hanya bertindak sebagai penggarap lahan dan kesulitan mendapatkan modal untuk memperluas area tanam, terutama untuk tanaman padi.
"Lemahnya permodalan menjadi masalah besar. Kebanyakan petani terkendala dalam hal modal apabila ingin menanam padi di lahan yang lebih luas," tambah Nuridawati.
Tahun 2024 ini, situasi semakin rumit karena para petani di Pandeglang tidak mendapatkan kuota asuransi pertanian. Padahal, asuransi pertanian sangat penting untuk memberikan jaminan bagi petani yang mengalami gagal panen atau gagal tanam akibat bencana alam. Tanpa adanya asuransi, petani semakin rentan menghadapi kerugian.
"Tahun ini tidak ada asuransi pertanian karena tidak ada kuota dari pemerintah pusat, ini tentu sangat merugikan petani. Mereka tidak bisa mengasuransikan sawah mereka, terutama ketika terjadi gagal panen," ungkap Nuridawati.
Meskipun demikian, DPKP Pandeglang terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemberian bantuan benih padi berkualitas dan alat serta mesin pertanian (Alsintan).
Kabupaten Pandeglang memiliki lahan padi seluas 52.640 hektare yang tersebar di 35 kecamatan, dan DPKP berkomitmen untuk memilih benih unggul seperti Inpari 32 Mekongga, Ciherang, M70D, serta varian padi biofortifikasi yang dapat meningkatkan hasil panen.
"Untuk meningkatkan produktivitas, para petani harus menggunakan benih yang berkualitas seperti Inpari 32 Mekongga, Ciherang, M70D, dan lainnya. Itu adalah varietas unggulan yang dapat mendukung peningkatan hasil pertanian," jelas Nuridawati.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang juga telah menyalurkan bantuan berupa pompanisasi sebanyak 300 unit dan Irigasi Perpompaan (Irpom) sebanyak 85 unit kepada para petani di sejumlah kecamatan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu petani dalam mengatasi permasalahan kekeringan dan meningkatkan hasil pertanian.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.