Sabtu, 08 November 2025 21:27 WIB
Pangannews.id - Proyek Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang diproyeksikan menjadi infrastruktur utama untuk memperkuat ketahanan pangan, suplai air baku, dan pengendalian banjir di wilayah Jawa Tengah. Saat ini, progres pembangunan bendungan tersebut telah mencapai sekitar 89,3 persen.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau lokasi menyebut pentingnya pengawalan proyek ini hingga tuntas. Ia menekankan, penyelesaian Bendungan Jragung tidak sekadar memenuhi target fisik, tetapi berkaitan langsung dengan kebutuhan air bagi pertanian dan rumah tangga di beberapa daerah.
"Bendungan Jragung harus terus dikawal sampai selesai karena manfaatnya sangat signifikan bagi ketahanan pangan, energi, dan reduksi banjir," ujar Gibran di Semarang.
Bendungan Jragung dirancang menampung sekitar 90 juta meter kubik air dengan area genangan seluas 52 hektare.
Infrastruktur ini diproyeksikan mengairi lahan pertanian hingga 4.500 hektare, sekaligus menambah luas areal tanam sekitar 475 hektare. Dengan demikian, bendungan ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas produksi pertanian di wilayah sekitar.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWS PJ) Sudarto mengatakan proyek yang memiliki nilai anggaran Rp3,09 triliun itu ditargetkan selesai pada November 2026.
Selain irigasi, bendungan ini juga akan memasok air baku untuk tiga daerah yaitu Kabupaten Semarang, Demak, dan Grobogan.
"Manfaat bendungan ini tidak hanya pada sektor pertanian. Ketersediaan air baku rumah tangga di tiga wilayah itu juga akan ikut terjamin," ujar Sudarto.
Selain fungsi penyediaan air, bendungan ini diharapkan mengurangi potensi banjir yang selama ini kerap terjadi di Semarang bagian bawah.
Gibran sebelumnya juga telah mengunjungi proyek kolam retensi Terboyo sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir yang terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut raksasa.
Editor : Adi Permana
Jumat, 15 Mei 2026 13:10 WIB
Rabu, 13 Mei 2026 16:48 WIB
Rabu, 13 Mei 2026 16:09 WIB
Selasa, 12 Mei 2026 15:49 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...