Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mulai mengembangkan Desa Awo, Kecamatan Kodeoha, sebagai pusat pembelajaran kakao melalui program Desa Kakao Mandiri Madani.
Program ini diharapkan menjadi motor kebangkitan komoditas kakao yang selama ini menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat.
Desa Awo dipilih karena memiliki areal kakao yang cukup luas, mencapai sekitar 200 hektare. Sebagian besar warga telah menggantungkan hidup pada tanaman ini, namun produktivitasnya dinilai belum optimal.
Lewat program baru ini, petani akan mendapat pendampingan menyeluruh, mulai dari budidaya hingga pengolahan hasil.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, Kamal Mustafa, mengatakan pengembangan desa percontohan tersebut bukan sekadar memperbaiki praktik budi daya, tetapi membangun kemandirian ekonomi petani.
“Desa Awo kami siapkan sebagai pusat gerakan petani kakao mandiri. Masyarakat tidak hanya menanam, tapi memahami seluruh proses dari perawatan hingga pengolahan,” ujarnya.
Program ini melibatkan berbagai pihak seperti PT Mars, KTNA Kolaka Utara, para penyuluh pertanian, Kakao Doktor, dan pemerintah desa. Kamal menegaskan kolaborasi tersebut menjadi kunci agar pendampingan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan.
“Kami ingin gerakan yang berkelanjutan. Ada pelatihan, pendampingan, sampai pembentukan koperasi desa yang kuat sehingga petani bisa memasarkan produk sendiri,” jelasnya.
Selain aspek budi daya, Dinas Perkebunan dan Peternakan juga menyiapkan peningkatan kapasitas teknis. Petani akan diperkenalkan pada teknologi pemangkasan dan pemupukan yang tepat, pengendalian hama terpadu, hingga pelatihan pengolahan pascapanen.
Selama ini, sebagian besar petani masih menjual biji kakao dalam bentuk mentah. Kamal berharap ke depan setiap desa mampu mengolah produk kakao sehingga nilai jualnya meningkat.
Pembentukan Desa Kakao Mandiri Madani di Awo akan dilakukan bertahap. Pada 2026, struktur kelembagaan desa seperti kelompok tani, koperasi, dan tim penggerak desa ditargetkan terbentuk secara lengkap. Meski dimulai dari Awo, program ini ditujukan bagi seluruh wilayah Kolaka Utara.
“Kami ingin setiap desa memiliki identitas dan kemandirian ekonomi lewat kakao. Ini bukan hanya soal tanaman, tapi tentang kebanggaan daerah dan kesejahteraan petani,” tutupnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.