Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

SMK Sultra Disipakan Jadi Pemasok Utama Kebutuhan Pangan MBG

Bagikan
Kepala Dikbud Privinsi Sultra, Aris Badara. (Foto: Antara)
Kepala Dikbud Privinsi Sultra, Aris Badara. (Foto: Antara)

Pangannews.id - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Tenggara (Sultra) tak hanya bergantung pada penyedia pangan dari luar sekolah. Pemerintah daerah justru mulai melibatkan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai bagian dari pemasok utama kebutuhan pangan program tersebut.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara menyiapkan SMK untuk berperan langsung dalam penyediaan bahan pangan, mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga produk olahan. Tujuannya untuk memastikan keberlanjutan pasokan MBG sekaligus mengoptimalkan fungsi pendidikan kejuruan sebagai pusat produksi.

Kepala Dikbud Sultra, Aris Badara mengatakan, saat ini empat SMK telah terlibat dalam penyediaan bahan pangan MBG. Sekolah-sekolah tersebut berasal dari bidang keahlian agribisnis, perikanan, dan tata boga.

“Target kami, ke depan SMK bisa memasok sampai 70 persen kebutuhan pangan untuk program MBG di Sultra,” kata Aris.

Ia menjelaskan, kesiapan tersebut ditopang oleh 25 SMK yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan status itu, sekolah memiliki keleluasaan mengelola usaha produktif dan menjual hasil produksinya secara mandiri.

Menurut Aris, pola BLUD mendorong sekolah tidak lagi sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah. Selain memperkuat kemandirian fiskal, skema ini juga menjadi solusi untuk menekan beban biaya pendidikan karena sekolah dapat menghasilkan pendapatan sendiri.

Untuk mendukung distribusi dan ketepatan pasokan MBG, Dikbud Sultra juga tengah menyiapkan sistem digital bertajuk “Satu Data MBG”. Platform ini dirancang untuk memetakan kebutuhan pangan secara detail, termasuk data kesehatan siswa.

“Data ini penting, terutama bagi siswa yang memiliki alergi, intoleransi, atau fobia makanan. Dengan data yang akurat, menu MBG bisa disesuaikan dan lebih aman,” ujarnya.

Di luar fokus pemenuhan pangan, Dikbud Sultra juga menyiapkan agenda pengembangan jangka panjang melalui program “SMK Go Global”. Empat SMK dengan kompetensi di bidang pertambangan, nautika, teknik geologi, dan industri kreatif tengah dipersiapkan untuk menembus pasar kerja internasional.

Aris menambahkan, penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan kemampuan teknis dan nonteknis siswa, serta dukungan hibah pemerintah pusat dan kerja sama dengan mitra strategis.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal