Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pemkot Solok Kembangkan Hidroponik untuk Jawab Keterbatasan Lahan

Bagikan
Pemkot Solok kembangkan hidroponik untuk jawab keterbatasan lahan. (Foto : Pemkot Solok)
Pemkot Solok kembangkan hidroponik untuk jawab keterbatasan lahan. (Foto : Pemkot Solok)

Pangannews.id - Upaya memanfaatkan lahan terbatas sekaligus menghemat penggunaan air terus dikembangkan Pemerintah Kota Solok. Salah satunya melalui pengembangan pertanian hidroponik yang kini mulai dijalankan secara aktif oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Sumatera Barat.

Metode hidroponik dipilih karena dinilai lebih ramah lingkungan dan efisien. Tanaman tidak menggunakan media tanah, melainkan memanfaatkan air sebagai sarana tumbuh, sehingga kebutuhan air dapat ditekan secara signifikan dibandingkan pertanian konvensional.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok Ade Kurniati mengatakan, selain hemat air, hidroponik juga praktis dalam perawatan dan mampu menghasilkan sayuran yang lebih bersih serta aman untuk dikonsumsi.

“Sayuran hidroponik relatif lebih sehat karena minim kontaminasi, dan perawatannya lebih mudah,” ujar Ade, Rabu.

Ia menyebutkan, respons masyarakat terhadap sayuran hidroponik cukup positif. Produk yang dihasilkan dari kebun hidroponik dinas mendapat sambutan baik, terutama dari lingkungan instansi pemerintah di Kota Solok.

Antusiasme tersebut mendorong dinas untuk meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan konsumsi sayuran di lingkungan perkantoran dan masyarakat sekitar. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui panen hidroponik yang digelar di area kantor dinas.

Dalam panen tersebut, sejumlah jenis sayuran berhasil dipetik, di antaranya kangkung sebanyak 3 kilogram, pakcoy 5 kilogram, dan samhong 3 kilogram. Seluruh hasil panen dikemas menggunakan plastik khusus sayuran dan dilengkapi label produksi sebelum dipasarkan.

Sayuran hidroponik tersebut dijual ke instansi sekitar dengan harga Rp5.000 per bungkus, dengan berat masing-masing 250 gram. Selain memiliki nilai jual, metode hidroponik dinilai mampu menjaga kualitas hasil panen tetap konsisten.

Menurut Ade, pengembangan hidroponik tidak hanya ditujukan untuk produksi, tetapi juga sebagai edukasi kepada masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

“Harapannya, pegawai dan masyarakat bisa meniru dengan menanam sayuran sendiri di rumah,” katanya.

Melalui pengembangan pertanian hidroponik ini, Pemerintah Kota Solok berharap dapat mendorong pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA), sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan perkotaan.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal