Distribusi Pupuk Bersubsidi di Sumbar Dialihkan Lewat Jalur Alternatif

Pers Pangannews

Sabtu, 10 Januari 2026 14:41 WIB

news
Distribusi pupuk bersubsidi di Sumbar dialihkan lewat jalur alternatif. (Foto: Ilustrasi/Kementan)

Pangannews.id - PT Pupuk Indonesia memastikan penyaluran pupuk bersubsidi ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tetap berjalan dengan memanfaatkan jalur distribusi alternatif.

Asisten Vice President Operasional Distribusi Pupuk Indonesia Wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Yudi Fajarna, mengatakan bencana ekologis yang melanda beberapa kabupaten dan kota di Sumbar berdampak pada arus logistik, termasuk pengiriman pupuk. Kondisi tersebut memaksa perusahaan mengubah pola distribusi.

“Pascabencana, beberapa jalur utama terhambat. Kami memaksimalkan jalur alternatif agar pupuk tetap sampai ke petani,” ujar Yudi di Padang, Jumat.

Salah satu titik krusial yang sempat terdampak adalah jalur nasional Lembah Anai yang menghubungkan Padang dengan wilayah Bukittinggi dan sekitarnya. Meski kini dapat dilalui terbatas oleh kendaraan roda empat, kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk distribusi logistik skala besar.

Gangguan serupa juga terjadi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman, akibat longsor yang menutup badan jalan.

Untuk memastikan pupuk bersubsidi tiba tepat waktu, Pupuk Indonesia mengalihkan pengiriman ke sejumlah daerah melalui jalur Sitinjau Lauik. Rute ini digunakan untuk menjangkau Kabupaten Tanah Datar, Padang Panjang, Payakumbuh, serta Kabupaten Limapuluh Kota dan sekitarnya.

“Jalur Sitinjau Lauik memang lebih jauh dibanding rute normal, tetapi ini kami tempuh demi memenuhi kebutuhan petani,” kata Yudi.

Manajer Penjualan Wilayah Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau Pupuk Indonesia, Fajar Ahmad, menambahkan bahwa pemulihan infrastruktur di sejumlah titik masih berlangsung. Namun, perusahaan berupaya menjaga kelancaran distribusi agar tidak mengganggu aktivitas tanam.

“Beberapa jalur belum sepenuhnya pulih, tapi kami berupaya agar pupuk secepatnya tiba di tangan petani sebelum musim tanam,” ujarnya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...