Senin, 18 Mei 2026 12:54 WIB
Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, mulai mendorong perubahan pola pertanian masyarakat lewat program cetak sawah seluas 141 hektare yang ditargetkan rampung pada 2026. Program tersebut dijalankan dengan dukungan TNI melalui Kodim 0912/Kutai Barat.
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, program itu bukan sekadar membuka lahan sawah baru, tetapi juga menjadi upaya mengubah pola bertani masyarakat yang selama ini lebih akrab dengan padi ladang dan perkebunan.
“Program cetak sawah tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menjadi momentum transformasi pola pikir dan peningkatan kapasitas masyarakat di sektor pertanian,” kata Angela.
Budaya bertani sawah masih tergolong baru bagi sebagian besar warga Mahulu. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di daerah perbatasan tersebut.
Selama ini masyarakat setempat lebih banyak mengandalkan pertanian ladang berpindah dan hasil perkebunan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Karena itu, pemerintah daerah menilai pendampingan intensif menjadi kunci agar masyarakat mampu beradaptasi dengan sistem pertanian sawah yang menuntut pola kerja berbeda.
Angela meyakini keterlibatan TNI, edukasi berkelanjutan, dan dukungan pemerintah pusat akan mempercepat proses adaptasi masyarakat terhadap pola pertanian baru tersebut.
“Dengan pendampingan yang tepat, edukasi berkelanjutan, bantuan dari TNI, serta komitmen bersama, masyarakat akan mampu beradaptasi dan berkembang dalam pertanian sawah,” ujarnya.
Ia mengatakan program cetak sawah juga dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena sawah memungkinkan panen hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
Harapannya, program tersebut dapat mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan pangan dari luar sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Komitmen pengembangan sawah di Mahulu diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan kontrak konstruksi cetak sawah Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kementerian Pertanian di Depok, Jawa Barat, pada Rabu (13/5/2026).
Angela menyebut penandatanganan kontrak itu menjadi langkah awal penting untuk memastikan program berjalan sesuai target.
Namun demikian, ia mengakui proyek cetak sawah di Mahulu menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, hingga kesiapan sumber daya manusia di sektor pertanian.
Editor : Adi Permana
Senin, 18 Mei 2026 12:36 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 13:10 WIB
Rabu, 13 Mei 2026 16:48 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...