Kemarau Kian Parah, Tujuh Desa di Cianjur Kesulitan Air Bersih

Pers Pangannews

20 jam yang lalu

news
Tujuh desa di Kecamatan Cibinong, Cianjur, mengalami kekeringan. (Foto : Ilustrasi/123RF)

Pangannews.id - Musim kemarau memicu krisis air bersih di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sedikitnya tujuh desa di Kecamatan Cibinong mengalami kekeringan setelah sumber mata air dan sumur milik warga berangsur mengering.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur bersama Perumdam, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mengerahkan empat truk tangki guna mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan desa yang terdampak meliputi Margaluyu, Hamerang, Batulawang, Ciburial, Pananggapan, dan Panyindangan. Warga di wilayah tersebut mulai kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari karena sumur gali yang selama ini menjadi sumber utama air terus mengalami penurunan debit.

"Selama ini warga mengandalkan sumur gali. Namun debit airnya terus menyusut sehingga sebagian masyarakat terpaksa mengambil air dari sungai yang kondisinya juga mulai surut dalam sepekan terakhir," kata Samudra, dikutip dari Antara.

Kondisi tersebut memaksa sebagian warga memanfaatkan air sungai maupun saluran air yang disaring terlebih dahulu sebelum digunakan untuk keperluan rumah tangga.

BPBD mencatat, kekeringan tidak hanya terjadi di Kecamatan Cibinong. Laporan serupa juga datang dari Kecamatan Naringgul, Leles, dan Cugenang. Di sejumlah wilayah itu, warga memasang pipa paralon dan selang plastik untuk mengalirkan air dari sungai maupun air terjun yang debitnya masih mencukupi ke bak-bak penampungan sebelum dibagikan ke permukiman.

Samudra mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi guna memastikan distribusi air bersih berjalan lancar selama musim kemarau. Selain mengandalkan truk tangki, pemerintah juga mulai menyiapkan solusi jangka panjang.

"Salah satu upaya yang sedang kami koordinasikan adalah pembangunan sumur bor di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pengangkut air," ujarnya.

Pemkab Cianjur sendiri telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak dua pekan lalu. Status tersebut memungkinkan percepatan penanganan di wilayah yang mulai mengalami krisis air bersih.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Cianjur Ajang Fajar Aciana mengatakan pihaknya menyiagakan satu unit truk tangki beserta relawan untuk membantu distribusi air ke desa-desa terdampak.

Menurut Ajang, pelayanan distribusi air bersih dilakukan berdasarkan permintaan yang diajukan pemerintah desa maupun kecamatan. Selama masa siaga darurat, PMI juga menyiapkan belasan relawan untuk mendukung proses pengiriman air ke lokasi-lokasi yang membutuhkan.

"Kami menyiagakan satu truk tangki beserta relawan agar distribusi air bersih dapat segera dilakukan ketika ada permintaan dari wilayah terdampak," katanya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...