PanganNews.id Kepulauan Riau - Penyalahgunaan narkotika menjadi permasalahan serius bagi bangsa Indonesia. Untuk mengendalikan dan menekan angka penyalahgunaan, pemerintah mewajibkan pecandu dan korban penyalahguna narkotika menjalani rehabilitasi. Selain rehabilitasi medis untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan, ada rehabilitasi sosial yang merupakan proses kegiatan pemulihan secara terpadu, baik fisik, mental, maupun sosial, agar bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat. Salah satu bagian rehabilitasi sosial yang dilakukan Loka Rehabilitasi BNN Batam untuk residennya adalah terapi keterampilan hidup dasar. Demi mencapai keluaran yang diinginkan, Loka Rehabilitasi BNN Batam terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah BPTP Kepulauan Riau.
Keterampilan mengenai budidaya pertanian dinilai penting untuk dikuasai residen. Selain untuk pengetahuan dasar dalam bertahan hidup, keterampilan dalam pertanian bisa menjadi bekal bagi residen yang telah kembali ke masyarakat untuk membuka usahanya sendiri. Oleh karena itu, Loka Rehabilitasi BNN Batam bekerjasama dengan BPTP Kepulauan Riau untuk melaksanakan pelatihan keterampilan pertanian pada hari Senin, 12 Oktober 2020.
Selain pelatihan, dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU kerjasama antara Loka Rehabilitasi BNN Batam dengan BPTP Kepri. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Loka Rehabilitasi BNN Batam, Danu Cahyono dan Kepala BPTP Kepulauan Riau, Sugeng Widodo, MP yang didampingi Ka.Si. Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian, Ahmad Misbah,Turut hadir dalam penandatanganan tersebut Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, Joni Anwar.
Acara pelatihan yang dilaksanakan setelah penandatanganan MoU dibuka oleh Danu Cahyono. “Outcome dari rehabilitasi yang dilakukan ini adalah agar klien dapat kembali pulih, berfungsi dengan baik dalam kehidupan sosial, dan juga menjadi anggota masyarakat yang produktif” jelasnya. Hal tersebut yang menjadi latar belakang dilaksanakannya pelatihan-pelatihan, khususnya pelatihan budidaya pertanian. Danu juga menambahkan, sudah ada mantan residen yang kembali pulih dan sukses menjalani usaha pertanian dengan jamur tiram sebagai komoditas yang dikembangkan.
Kepala BPTP Kepri, Sugeng Widodo, juga turut menyampaikan beberapa hal dalam kesempatan tersebut. Ia menyatakan kesiapan BPTP Kepri dalam bekerjasama dengan Loka Rehabilitasi BNN untuk turut memberi pendampingan, terutama mengenai topik pertanian. Kepala Loka Rehabilitasi BNN Batam juga menyatakan kesediaannya untuk menyampaikan edukasi terkait pencegahan penyalahgunaan narkotika sebagai salah satu bentuk perwujudan kegiatan kerjasama yang telah ditandatangani.
Dalam kesempatan yang sama Deddy Hidayat dari BPTP Kepri menyampaikan tentang pelatihan keterampilan budidaya pertanian.deddy menyampaikan mengenai teknik pembuatan kompos dan peluang usahanya, terutama untuk musim tertentu dimana tanaman hias sedang diminati. Kompos yang dibuat juga dapat menjadi media tanam yang baik bagi banyak jenis tanaman. Sementara Annisa Dhienar Alifia, SP. menyampaikan mengenai budidaya tanaman anggur. Anggur merupakan tanaman buah yang dapat ditanam, baik sebagai hobi, ataupun dikembangkan untuk dijual secara komersil.
Penyampaian materi dilanjutkan dengan praktik penanaman bibit anggur di lapangan. Bibit anggur yang dibawa oleh BPTP Kepri tersebut merupakan varietas keluaran Balitjestro, Malang. Varietas yang ditanam adalah Jestro AG60, Jestro AG86, Jestro AG45, Prabu Bestari, dan Probolinggo Biru. Diskusi mengenai materi masih berlanjut hingga ke lapangan. Terlihat bahwa peserta pelatihan memiliki antusiasme dan semangat yang tinggi untuk belajar. Diharapkan apa yang telah disampaikan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi kehidupan mereka selanjutnya.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.