Oleh: Muhammad Wafiq (S1, Agribisnis Universitas Brawijaya, saat ini menempuh program pascasarjana Agribisnis di Universitas Hasanuddin. Penulis merupakan founder @banggabertani, social enterprise yang aktif melakukan edukasi dan bisnis pertanian).
Tahun 2021 sudah mulai tampak di depan mata, sebab saat ini kita sudah berada di penghujung tahun. Tahun 2020 ini berjalan sangat cepat dengan berbagai macam problematika yang dihadapi oleh kita semua. Tahun 2019 masih jelas sekali kita berkutat pada isu pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 dengan segala dinamikanya. Sementara tahun ini kita menghadapi masalah yang tidak kalah menantangnya yakni pandemi Covid-19.
Gempuran virus Corona-19 mengubah banyak hal juga menghantam berbagai jenis bisnis dan aneka macam sector usaha. Beberapa sanggup bertahan, sebagian tertekan tapi tidak sedikit yang justru mengalami peningkatan. Sektor bisnis yang menghadapi kesulitan diantaranya sektor penerbangan, ekspor barang tambang, penggalian, pertambangan, industry pengolahan, konstruksi, perdagangan, perhotelan, restoran dan energi. Sementara sector yang mengalami peningkatan yakni sector makanan, Kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, produk Kesehatan pribadi dan sector retail. Sedangkan sector yang cenderung mampu bertahan yakni sector pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan, listrik, gas, air bersih dan pengangkutan. Adanya Pandemi covid-19 ini membuat kita semua semakin tersadar sector utama yang menjadi prioritas dan memang menjadi kebutuhan kita. Sektor bisnis yang mampu bertahan hanya sector yang menjadi kebutuhan primer, termasuk sector pertanian.
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 tercatat minus 5,32%. Namun, salah satu sector yang tumbuh sgnifikan adalah sector pertanian dengan pertumbuhan sebesar 2,19% yang didukung sub sector tanaman pangan (9,23%). Sementara pada kuartal III sector pertanian tetap tangguh dengan pertumbuhan sebesar 2,15% dengan dukungan utama dari sub sector tanaman pangan (7,14%), tanaman hortikultura (5,60%), tanaman perkebunan (0,67%), dan peternakan (-0,16). Sub sector tanaman pangan mengalami pertumbuhan yang cukup bagus karena didorong oleh panen raya kedua pada tanaman padi. Tanaman hortikultura tumbuh didorong oleh peningkatan permintaan buah dan sayuran. Tanaman perkebunan tumbuh didorong oleh peningkatan permintaan untuk luar negeri dengan komoditi ekspor utama yakni kakao, karet, cengkeh dan tembakau. Sementara sector peternakan mengalami konstraksi pertumbuhan disebabkan penurunan jumlah pemotongan hewan kurban idul adha dan masih rendahnya permintaan hewan ternak untuk jasa akomodasi dan restoran sebagai dampak pandemic Covid-19. Perkembangan nilai tukar petani (NTP) Periode Januari- September 2020 mengalami terbagi menjadi 2 tahapan. Tahap pertama yakni pada periode Januari-Mei yang mengalami penurunan dari 104,16 menjadi 99,47 akibat covid-19. Sedangkan tahap kedua periode Mei-September mengakami kenaikan menjadi 101,66 .
Berbagai capaian dari sector pertanian saat ini tentunya tidak lepas dari kebijakan yang ditempuh pemerintah selaku stakeholder utama bersama dengan pihak-pihak terkait lainnya. Pemerintah telah menetapkan berbagai program dalam upaya peningkatan ketahanan pangan yang dibagi ke dalam 5 cara bertindak. Kelima cara bertindak diantaranya yakni; peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan local, penguatan cadangan dan system logistic pangan, pengembangan pertanian modern dan Gerakan tiga kali ekspor (GRATIEKS). (1) Peningkatan kapasitas produksi dilakukan dengan pengembangan lahan rawa yang berlokasi di Kalimantan Tengah dengan luas 164.598 Ha, perluasan areal tanam baru (PATB) dengan luas 250.000 Ha yang diperuntukkan untuk tanaman padi, jagung, bawang merah, dan cabai di daerah deficit dan program peningkatan kapasitas produksi untuk gula, daging sapi dan bawang putih untuk mengurangi impor. (2) Diversifikasi pangan local dilakukan dengan melakukan upaya pengembangan diversifikasi pangan local berbasis kearifan local yang fokus pada satu komoditas utama, pemanfaatan pangan local secara massif: Ubi kayu 35.000 ha, jagung 2,2 jt ha, sagu 1000 ha, pisang 1.300 ha, kentang 650 ha dan sorgum 5.000 ha. Selain itu juga dilakukan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan urban farming untuk memanfaatkan lahan pekarangan. (3) Penguatan Cadangan dan Sistem Logistik Pangan yang dilakukan dengan penguatan cadangan beras dan cadangan pangan daerah, pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) dan penguatan system logistic pangan nasional untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. (4) Pengembangan pertanian modern yang dilakukan melalui program pengembangan smart farming, pengembangan dan pemanfaatan screen house untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam (cabai, bawang dan komoditas bernilai ekomoni tinggi lainnya), pengembangan food estates untuk peningkatan produksi pangan utama (beras dan jagung) dan pengembangan korporasi petani. (5) Gerakan tiga kali eskpor (GRATIEKS) dengan program turunannya yakni meningkatkan volume eskpor melalui kerjsama dan investasi dengan pemda dan stakeholder terkait, menambah ragam komoditas ekspor dalam bentuk olahan hasil pertanian, mendorong pertumbuhan eksportir baru melalui penumbuhan agropreneur dan menambah mitra dagang luar negeri melalui kerjasama bilateral/ multilateral.
Berbagai program yang telah dicanangkan oleh pemerintah tentunya perlu didukung dengan berbagai cara yang memungkinkan untuk kita lakukan. Sebagai pemuda kita bisa turut andil dalam berbagai program tersebut, khususnya yang berkaitan langsung dengan teknis usaha taninya. Hal tersebut tentu menjadi peluang besar apabila mampu dioptimalkan dengan baik. Karena bagaimanapun baiknya suatu program disusun, tidak akan ada artinya apabila eksekusinya tidak maksimal. Untuk itu diharapkan keterlibatan aktif dari berbagai pihak agar program tersebut bisa tercapai untuk Indoenesai yang mandiri dan berdaulat, dimulai dari pangannya terlebih dahulu.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.