Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kementan, FAO dan USAID bekerja sama untuk mencegah ancaman pandemi yang berasal dari Zoonosis di Indonesia

Bagikan
Foto : Kementan,FAO dan USAID Bekerja Sama Mencegah Ancaman Pandemi dari Zoonosis di Indonesia.
Foto : Kementan,FAO dan USAID Bekerja Sama Mencegah Ancaman Pandemi dari Zoonosis di Indonesia.

PanganNews.id Jakarta - Wabah Covid-19 telah membuat beberapa sektor berbasis mobilitas terpuruk dalam kehidupan manusia semenjak tahun 2020, baik dari segi kesehatan, ekonomi bahkan politik, oleh karena itu upaya pencegahan terus dilakukan untuk menyelamatkan negara dari dampak yang terjadi. Covid-19 menjadikan seluruh dunia dalam keadaan force majour, dimana tidak ada satu negarapun yang mempersiapkan untuk keadaan yang buruk ini.

Dalam beberapa studi menyatakan bahwa ancaman pandemi Covid 19 berkaitan dengan penyakit “zoonosis”, penyakit hewan  yang menular kepada manusia. Oleh karena itu perhatian terhadap penyakit menular “zoonosis” yang disebabkan oleh hewan itu menjadi perhatian dunia, bahkan pemerintah indonesia saat ini.

Dalam mendukung Global Health Security Agenda (GHSA) Indonesia melalui Kementerian Pertanian ,FAO melalui Emergency Center for Transboundary Animal Desease (FAO ECTAD) dan Badan Pembangunan International Amerika (USAID) meluncurkan sebuah program yaitu Global Health Security Program (GHSP) hari ini selasa (29/6) secara daring melalui zoom.

“Saya berharap agar sinergi dan harmonisasi pelaksanaan proyek GHSP dengan proyek lainnya di Kementerian Pertanian dapat berjalan dengan tetap memastikan aspek administrasi yang baik dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan sesuai peraturan yang berlaku, dengan mengambil best practices dan lesson learned dari pengalaman implementasi proyek-proyek sebelumnya.” Ujar Kasdi Subagyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian.

"Saya juga ingin menyampaikan penghargaan kepada semua mitra kerja Kementerian Pertanian baik dari kementerian/lembaga, asosiasi serta mitra pembangunan internasional, khususnya FAO Indonesia dan USAID, yang selama ini telah mendukung dan secara bersama-sama bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam upaya penguatan layanan kesehatan hewan nasional yang berkelanjutan. Harapannya upaya yang kita lakukan juga dapat berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).” ujar Kasdi Subagyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian mengatakan.

Nasrullah menambahkan program ini juga selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pemerintah, terutama terkait ketahanan pangan dan kesehatan. Dia berharap program ini bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan komitmen bersama dalam melangkah ke depan.

GSHP adalah program baru dari kolaborasi panjang Kementerian Pertanian dan FAO ECTAD dalam mencegah pandemi. Kerja sama ini berawal saat pandemi Avian Influenza pada tahun 2006, dimana Indonesia merupakan negara dengan kasus flu burung H5N1 dengan kematian manusia terbanyak hingga 2014.

"Kerja sama ini diharapkan bisa melakukan pencegahan, deteksi dini dan pengendalian penyakit-penyakit menular baru, terutama yang berpotensi mengancam kesehatan dan ekonomi Indonesia. Selain itu, semoga bisa berkontribusi pada peningkatan kesehatan manusia, ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat," papar Nasrullah, Dirjen PKH Kementerian Pertanian.

FAO dan USAID bekerja sama dengan pemerintah membangun kapasitas untuk mencegah ancaman pandemi yang berasal dari Zoonosis di Indonesia, sehingga negara dapat dengan cepat merespons dan mengendalikan wabah zoonosis.  

Bersama dengan Pemerintah Indonesia, FAO memperkuat kapasitas kesehatan hewan di berbagai daerah dan memberikan pelatihan dan dukungan teknis pada surveilans penyakit, diagnostik laboratorium, pelaporan dan investigasi wabah, serta kesiapsiagaan dan respons melalui pendekatan One Health. 

“Selain dampak kesehatan yang luar biasa, COVID-19 telah mengganggu ketahanan pangan dan ekonomi dunia. Secara global, setidaknya lebih dari 132 juta orang diprediksi menderita sebagai akibat dari COVID-19. Kita tidak ingin keadaan darurat kesehatan global seperti ini terjadi lagi. Kita perlu mendeteksi potensi wabah sedini mungkin dan FAO selalu siap bekerja sama dengan Indonesia untuk merespons lebih awal dan secara efektif.” kata Richard Trenchard, Perwakilan ad interim FAO untuk Indonesia.

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal