PanganNews.id Jakarta - Dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul, pemerintah telah melakukan berbagai kegiatan peningkatan profesionalisme baik melalui pendidikan maupun pelatihan vokasi;
"Saya mengapresiasi kerja keras Kementerian Pertanian, yang telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi di dalam mewujudkan SDM Unggul pada kondisi pandemi Covid-19 ini." Ujar Ketua BPPSDMP, Dedi Nursyamsi Dalam Acara Press Conference Pelatihan Petani Milenial Dan Penyuluh Serta Pengukuhan 2000 Duta Petani Milenial Dan Duta Petani Andalan Tahun 2021 yang diselenggarakan secara virtual. (04/08)
"Bangsa kita dapat bertahan dan terus bertumbuh melalui peningkatan kualitas SDM Unggul dan Saudara insan pertanian telah membuktikannya dengan kerja keras, kerja sama dan kerja cerdas dibidang pertanian" tambah Dedi.
Saudara sebagai insan pertanian, perlu terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui berbagai pelatihan dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) di era Revolusi Industri 4.0 saat ini.
Dedi juga mengapresiasi kerja keras Saudara yang telah mendorong tumbuh kembangnya pengusaha pertanian milenial yang kreatif, inovatif, memiliki passion, dan produktif serta terbuka terhadap pemikiran baru, kritis, dan berani, sehingga dapat menciptakan peluang baru bisnis pertanian seiring dengan kebutuhan di masyarakat dan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir.
Pemerintah saat ini juga telah memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan oleh petani dan insan pertanian lainnya untuk meningkatkan usaha taninya. Ini sejalan dengan tema yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian pada pelatihan ini.
Saat ini telah terdaftar lebih dari 1.5 juta peserta pelatihan melalui aplikasi registrasi online. Selanjutnya pelatihan akan dilaksanakan bertahap secara online bagi 1.000 orang peserta hingga mencapai lebih dari sejuta petani dan penyuluh.
Pelatihan akan diikuti oleh petani dan penyuluh baik secara Individu maupun berkelompok di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kantor Kecamatan, Balai Desa, Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes) dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) atau Saung Tani dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan.
Pelatihan juga akan dilakukan bagi 2.000 orang DPM dan DPA serta mendorong mereka untuk mendapatkan KUR dan pendampingan menjadi wirausahawan pertanian.
Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi, DInas Pertanian Kab/Kota, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), P4S, DPM/DPA dan Ikatan Keluarga Alumni Magang Jepang (Ikamaja).


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.