Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pengukuhan Duta Petani Milenial Dan Duta Petani Andalan Kementerian Pertanian Mendorong Terwujudnya 2.5 Juta Pengusaha Pertanian Milenial

Bagikan
Foto : Dedi Nursyamsi, Kepala Badan PPSDMP.
Foto : Dedi Nursyamsi, Kepala Badan PPSDMP.

PanganNews.id Jakarta - Salah satu kendala utama sumber daya manusia (SDM) pada sektor pertanian adalah rendahnya produktivitas tenaga kerja. Berdasarkan perhitungan menggunakan data BPS diketahui bahwa pada Kuartal III tahun 2019 produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian merupakan yang terendah dibandingkan sektor lainnya, yaitu hanya sebesar Rp10,7 juta per orang, nilai yang masih di bawah rata-rata produktivitas tenaga kerja nasional yang sebesar Rp 21,3 juta per orang. Rendahnya produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian mencerminkan resultan antara tingkat output dan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Artinya, tingkat output di sektor pertanian tidak terlalu besar dibandingkan sektor lain, namun jumlah tenaga kerjanya merupakan yang terbanyak dibandingkan sektor lainnya. 

Dominannya sektor pertanian pada struktur tenaga kerja tidak diimbangi dengan kualitas SDM di dalamnya. Sektor pertanian didominasi golongan tua dengan tingkat pendidikan yang rendah. Lebih dari 65% kepala keluarga rumah tangga usaha pertanian (KK RTUP) berusia lebih dari 45 tahun. Di sisi lain, regenerasi petani terus didorong percepatannya oleh Kementerian Pertanian. Hal ini membutuhkan kebijakan yang kuat untuk mendorong generasi milenial terlibat dalam sektor pertanian. Peluang keterlibatan generasi muda sebenarnya cukup besar mengingat Indonesia mengalami bonus demografi sejak tahun 2015. Bonus demografi dicirikan dengan dominannya jumlah penduduk usia produktif dibandingkan penduduk usia nonproduktif. Lebih dari itu, penduduk usia produktif juga didominasi oleh generasi milenial yang mulai banyak terlibat dalam pemasaran produk pertanian. 

Generasi milenial tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi. Pada saat generasi milenial berada pada usia remaja, teknologi informasi berkembang sangat pesat. Dengan latar situasi teknologi seperti itu, generasi milenial memiliki ciri kreatif, inovatif, memiliki passion, dan produktif. Generasi ini melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupan. Dengan demikian, generasi milenial sangat dinamis dan ingin serba cepat dalam merealisasikan sesuatu. Di sisi lain, generasi ini juga terbuka terhadap pemikiran baru, kritis, dan berani. Oleh karena itu, generasi milenial dapat menciptakan peluang baru bisnis pertanian seiring dengan kebutuhan di masyarakat dan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir.

Untuk menggaet bonus demografi generasi milenial, Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengukuhkan 2.000 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) Pembangunan Pertanian yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan dibentuk oleh Kementerian Pertanian dengan tujuan meningkatkan peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian. DPM dan DPA memiliki bidang usaha yang sangat bervariasi seperti budidaya hortikultura, budidaya tanaman pangan, budidaya ternak, pengolahan hasil pertanian/ peternakan/perkebunan, jasa alat mesin pertanian hingga agroeduwisata. Keberhasilan usaha dari DPM dan DPA diharapkan dapat memberikan motivasi kepada generasi milenial untuk terjun berusaha di bidang pertanian dan berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian

Pengukuhan akan dilaksanakan pada hari Jumat, 6 Agustus 2021 bertempat di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi, Jawa Barat. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo sangat mendukung kegiatan ini dengan hadir secara langsung untuk mengukuhkan DPM/DPA. Pengukuhan DPM/DPA ini juga didukung penuh oleh Menteri Koordinator Perekonomian, dan akan dihadiri oleh pemangku kepentingan dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, perbankan, praktisi usaha pertanian secara langsung maupun secara virtual.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan merupakan salah satu program yang diusung Kementan untuk melahirkan pengusaha petani millenial. "Program ini beriringan dengan program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani, Pendidikan Vokasi, Kostratani, Program IPDMIP dan Program YESS,” terang Dedi.

Kiprah Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan diyakini dapat menjadi pengungkit regenerasi petani yang adaptif teknologi serta mewujudkan target 2.5 juta pengusaha pertanian mendukung ketahanan pangan nasional.

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal