Kementan RI : Mewujudkan Petani Muda Keren Melalui Pelatihan Kewirausahaan

Pangannews.id

Selasa, 07 September 2021 05:51 WIB

news
Foto : Mentan Syahrul Saat Membuka Pelatihan Kewirausahaan Pertanian Petani Milenial, Secara Virtual.

PanganNews.id Jakarta - Merinding melihat gegap gempita dan semangat petani milineal se Indonesia mengikuti pelatihan ini.

Sedang dilaksanakan Pelatihan Kewirausahaan Pertanian bagi Petani Milenial secara serentak di Indonesia.

Regenerasi petani di Indonesia adalah hal yang perlu fokus dilakukan untuk menciptakan SDM pertanian yang handal.

Ketertarikan anak muda untuk menekuni dunia pertanian perlu mendapatkan perhatian serius Pemerintah. Perlu dibina, didampingi dan difasilitasi.

Dunia telah berubah, pertanian terbukti mampu menjadi bumper ketika sektor lain terpuruk. Dukung anak muda utk bertani secara on farm maupun off farm, menjadi wirausahawan pertanian, kenapa tidak? Bertani itu keren.

Misal saja, hari ini 28 orang petani milenial dari Sumatera Barat dan 5 orang dari Solok Selatan berkesempatan mengikuti pelatihan Kewirausahaan Pertanian di Bapeltan Jambi. Belum lagi Petani muda lainnya yang tersebar di 34 provinsi.

Di masa pandemi Covid-19, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu survive. Bahkan tumbuh positif di saat sektor lain mengalami tekanan. 

Hal tersebut disampaikan Mentan Syahrul saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Pertanian Petani Milenial, Senin (6/9/2021), yang dilakukan secara virtual. Kegiatan ini diikuti Duta Petani Milenial (DPM) dan (DPA) juga P4S dari berbagai wilayah di Indonesia.

Disamping itu Mentan Syahrul juga menegaskan, pertanian harus semakin maju, harus semakin kuat. 

“Kalau tidak diperbaiki cara kerja, kita bisa terpuruk. Untuk itu itu kita hadirkan orang-orang yang, mau berwirausaha dan menjawab itu yang salah satu pasti menghadirkan pertaian yang semain maju, semakin akseleratif, hadirkan pertanian dengan kapasitas maksimal dengan tantangan yang ada,” katanya.

Menurutnya, yang bisa bertahan atau survive dalam serangan pandemi salah satunya pertanian.

“Pertanian itu salah satu solusi pasti Covid dan turbulensi ekonomi. Kita mampu terus tumbuh saat yang lain terpuruk,” katanya

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan DPM dan DPA sudah melakukan resonansi dan pelatihan ini juga merupakan kelanjutan dari program dan sinergi yang mendapat sambutan luar biasa ditengah Petani Milenial.

“Materinya terkait wirsausaha bisnis pemasaran olahan-olahan, dan KUR bekerjasama dengan Himbara. Sampai minggu depan, pelatihan diselenggarakan secara online, juga offline di 10 UPT, sekitar 400 orang. Dan sekitar 1000 orang online juga live streaming,” katanya.

Resonansi DPM dan DPA sampai saat ini adalah dengan melakukan berbagai kegiatan di daerah. Bergerak aktif di 11 provinsi, masing-masing sudah terdaftar lebih dari 200 orang petani milenial. Bersama dengan itu juga di bangun jaringan pertanian nasional, dan sudah terdaftar 10.470 petani milenial dalam jaringan itu. (Atilla Majidi)


Kolom Komentar

You must login to comment...