Berfikir Out Of The Box, Petani Milenial Malang Jadi Jutawan

Pangannews.id

Selasa, 12 Oktober 2021 18:18 WIB

news
Foto : Petani Milenial Asal Kalirejo, Maulana Elang Putra.

PanganNews.id Malang - Predikat petani milenial semakin popular, makin keren dan makin menjadi tantangan. Betapa tidak, kisah sukses dari berbagai petani milenial rdengan berbagai macam usaha, menjadi resonansi semangat bagi petani milenial lainnya. 

Seperti halnya petani milenial asal Kabupaten Malang, Maulana Elang Putra (20), yang sukses menjadi jutawan setelah mengolah lahan 0,25 hektar menjadi kebun kubis.  

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengajak generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian karena ini merupakan lapangan pekerjaan yang menjanjikan. 

"Sektor pertanian itu adalah lapangan kerja yang menjanjikan, selama ada kemauan yang serius untuk menggarap sumber daya alam yang kita miliki,” ujarnya. 

Kehadiran petani muda, lanjut Mentan, sangat diperlukan untuk pembangunan dan peningkatan produktivitas pertanian Indonesia. Dia mengatakan, di negara maju, pertanian tetap menjadi sektor penting dan krusial. Bahkan para pelaku sektor pertanian memiliki peran penting di negara itu.. 

"Di negara-negara seperti Jepang dan Korea, orang-orang yang hebat adalah petani. Bahkan di Amerika Serikat, orang-orang yang bisa menjadi pemimpin adalah mereka yang memiliki lahanpertanian yang luas,” paparnya. 

Syahrul berharap, anak muda Indonesia yang ingin terjun ke sektor pertanian bisa meninggalkan pemikiran lama bahwa bertani adalah kegiatan kotor dan tradisional. Dia menginginkan petani muda bisa membangun sikap dan perilaku baru dalam bertani. 

"Saya minta kita semua bisa meninggalkan pola-pola lama dalam bertani, termasuk bahwa petani itu adalah buruh. Petani tidak lagi underdog, tapi merupakan pekerjaan yang profesional," tandasnya. 

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menegaskan bahwa petani muda terus berinovasi serta menerapkan teknologi dan sistem usaha tani yang benar. Sehingga, tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mendorong pengembangan sektor pertanian di Indonesia. 

"Sebagai generasi muda harus mampu melakukan itu. Tumbuhkan jiwa yang kuat dalam membangun pertanian sehingga memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia," tuturnya.

Dedi pun menambahkan petani muda saat ini harus memiliki daya saing dan berjiwa entrepreneur tinggi. 

“Pertanian tak lagi tanam petik jual, harus bisa menghasilkan uang dan bisnis berdasarkan market, termasuk membangun kerjasama kemitraan untuk menyerap produk petani,” tambanya. 

Adalah Maulana Elang Putra (20) petani milenial asal Kalirejo Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang yang mengolah lahan 0,25 hektar menjadi kebun kubis.  

Elang, panggilan akrabnya memberanikan diri tampil beda dan melangkah beda. Di sekitarnya, para petani sudah turun temurun membudidayakan cabai, pepaya, tebu, jagung dan ubi kayu, ia mencoba peruntungan baru yakni menanam kubis. 

“Saya harus menjadi pembeda, namun dengan hasil yang tidak kalah dengan para petani lain. Sebelum memutuskan menanam kubis, saya terlebih dahulu membaca dan melihat beberapa video di youtube tentang budidaya kubis," katanya. 

"Tidak lupa juga saya diskusi dengan penyuluh pertanian di BPP Kalipare, dengan rekan-rekan dan juga tokoh petani di desa. Intinya kemantapan hati, media siap, air siap, teknologi budidaya juga siap dan eksekusi,” tutur Elang penuh semangat.

Dalam lahan tersebut, ia membudidayakan 4000 bibit kubis, dan dalam jangka waktu 60 hari ia telah dapat memanen dengan berat rata rata 2 kg per kubis dengan harga 3500 rupiah/kg. Bila dikalkulasi sekitar 28 juta bisa masuk rekeningnya per sekali panen. 

“Saya sangat menikmati suasana sekarang ini. Ada kepuasan dan ini bukanlah akhir, tapi ini baru awal yang sangat bagus,” kata Elang yang sangat optimis dengan langkahnya saat ini.

Melihat semangat dan keberhasilan Elang, Mantri Pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian Kalipare, Supariyadi. mengaku sangat senang dengan progres hortikultura di Desa Kalirejo atau di Poktan Sri Lestari I. 

“Saya sangat senang dengan perkembangan yang positif di Desa Kalirejo dan saya terus memantau dari waktu ke waktu. Komoditas hortikultura dan peran petani milenial dirasa akan makin mewarnai dinamika pertanian ke depan, terlebih ancaman pandemi yang maki menurun," katanya. 

Menurutnya, kubis di Desa Kalirejo Kecamatan Kalipare akan mendapat tempat baru dalam pangsa pasar kubis di Lokal Malang Raya, bahkan di Jawa Timur. Inovasi dan keberanian menanam beda dengan persiapan yang matang akan menjadi penentu keberhasilan di kemudian hari. 

"Saya mencatat bahwa luasan lahan kubis di Desa Kalirejo juga terus meningkat. Setiap keberhasilan selalu diawali dengan keyakinan dari pelaku dan didukung oleh banyak pihak. Saya sangat siap mendukung, baik dari sisi teknologi, informasi pasar dan program dari Dinas. Yang terbaru tentu Program YESS yang tentu sangat pas bagi Elang dengan bendera kubisnya dan juga petani milenial lain,” katanya.


Kolom Komentar

You must login to comment...