Kementan Kembangkan Potensi Petani Milenial Lewat Aplikasi Outlet MIA

Pangannews.id

Rabu, 13 Oktober 2021 14:03 WIB

news
Foto : Kementerian Pertanian Menggelar Lauching Aplikasi OUTLET MIA.

PanganNews.id Jakarta - Guna memfasilitasi petani millenial untuk berkolaborasi, bersinergi dan berinovasi bersama untuk pertanian Indonesia, Kementerian Pertanian menggelar Lauching Aplikasi OUTLET MIA (13/10). 

Petani milenial mempunyai peran penting untuk saat ini. Karena, untuk melanjutkan pembangunan di sektor pertanian dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Dan tentunya itu bisa didapatkan dari bangku pendidikan vokasi. Karena, pengembangan pendidikan vokasi menjadi kunci terhadap cikal bakal lahirnya petani milenial.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.

 “Pembangunan pertanian ke depan akan semakin mengandalkan para petani muda dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi. Agripreneur muda yang melek teknologi adalah potensi dan mitra strategis memecahkan kendala distribusi serta lemahnya akses pasar petani selama ini”, tambahnya.

Hadir membuka acara, Kepala BPPSDMP Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, Sektor pertanian di Indonesia menghadapi tantangan rendahnya produktivitas, kualitas produk dan kontinuitas ditambah kondisi pelaku utama yaitu petani yang sebagian besar sudah di usia tua dan memiliki pendidikan yang rendah, tentu dengan keadaan sedemikian rupa tujuan pembangunan pertanian tidak akan mudah tercapai, untuk bisa melakukan akselersasi pencapaian tentunya diperlukan petani millenial yang mampu dengan cepat memahami teknologi dan informasi mutakhir untuk diterapkan di dunia pertanian.

“Petani millenial merupakan tumpuan pertanian Indonesia kedepannya, dengan adanya forum online ini akan mempercepat alih informasi dan teknologi di kalangan petani millenial untuk melakukan akselerasi tujuan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.

 “Pembangunan pertanian ke depan akan semakin mengandalkan para petani muda dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi. Agripreneur muda yang melek teknologi adalah potensi dan mitra strategis memecahkan kendala distribusi serta lemahnya akses pasar petani selama ini”, tambahnya.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa petani milenial merupakan ujung tombak pembangunan pertanian. 

“Dengan adanya aplikasi OUTLET MIA, petani millenial harus menjadi qulified job seekers dan job creator. Kalian harus bisa menjadi SDM Pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa enterpreneurship yang tinggi. Karena hal itu akan mampu menggenjot kreativitas pertanian. Mampu menggenjot ekspor”, pungkasnya.

Dedi menambahkan, produk pertanian harus mampu berdaya saing. Baik di tingkat nasional maupun internasional. Untuk itu, petani milenial harus mampu mengubah mindset bahwa bertani itu keren dan harus menghasilkan uang yang banyak. Intinya berbisnis secara baik. 

Dr. Idha Widhi Arsanti menambahkan bahwa aplikasi ini OUTLET MIA, merupakan lapaknya anak muda pertanian indonesia, memiliki tujuan untuk terbentuknya forum komunikasi petani millenial indonesia dan dunia, terbentuknya single database petani millenial di indonesia.

“Aplikasi ini akan menjadi terobosan utama untuk kolaborasi petani millenial bukan hanya di Indonesia tapi juga dunia, sehingga petani millenial indonesia juga akan mampu untuk bisa berinteraksi global untuk alih teknologi dna informasi secara cepat.” Tambahnya.


Kolom Komentar

You must login to comment...