Mahasiswa KKN UNG Melaksanakan Penyuluhan dan Pengobatan Massal Ternak Sapi

Pangannews.id

Jumat, 22 Oktober 2021 16:03 WIB

news
Foto : Mahasiswa Melakukan Penyuntikan Pada Ternak Sapi.

PanganNews.id Gorontalo - Mahasiswa KKN Tematik Desa Membangun Tahun 2021 Universitas Negeri Gorontalo di Desa Tihengo Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara mengadakan kegiatan “Penyuluhan Kesehatan Ternak dan Penyuntikan Ternak Sapi” untuk masyarakat Desa Tihengo yang memiliki ternak Sapi Bali, pada hari Rabu, 20 Oktober 2021. Kegiatan ini, berlangsung dari pukul 09.00 s.d. 12.00 WITA, di Lapangan Balai Desa Tihengo, Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara. Jumlah peserta pada kegiatan pengobatan masal ternak sapi yaitu berjumlah 25 orang dengan rata-rata memiliki 1-3 ekor ternak sapi. Dalam kegiatan pengobatan ini dilakukan pemberian obat cacing bagi sapi jantan dan sapi betina yang sedang tidak mengalami kebuntingan serta pemberian B-komplek pada semua ternak sapi dan juga memberikan pelayanan PKB (Pemeriksaan Kebuntingan). Kegiatan tersebut merupakan serangkaian kegiatan program kerja Mahasiswa KKN UNG. Kegiatan ini dilaksanakan karena melihat permasalahan peternak sapi  yang kurang memahami manajemen pemeliharaan ternak yang baik, serta kesehatan ternak yang kurang optimal sehingga belum dapat memaksimalkan potensi ternak tersebut.

Sebelum memulai kegiatan, sambutan diberikan oleh wakil dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo Utara, drh. Yeni Retnowati, dalam sambutannya beliau memberikan semangat kepada peternak untuk memelihara sapi secara baik mulai dari kesehatan, pakan, dan kandang. Kemudian dilanjutkan oleh pihak Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNG yang merupakan juga dosen Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan Universitas Negeri Gorontalo, bapak Ir. Agus Bahar Rachman, S.Pt, M.Si, PhD yang menyampaikan bahwa momen Hari Pangan sedunia (World Food Day) yang telah dilaksanakan 16 Oktober lalu, merupakan momentum peternak lokal untuk meningkatkan kualitas produk peternakan dalam hal ini daging, dengan memperbaiki pola manajemen kesehatan ternak pra pemotongan, karena indikator daging berkualitas baik yaitu dengan label ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Doktor bidang Ilmu Pangan lulusan Ehime University Jepang, ini juga menyampaikan bahwa sapi bali yang dimiliki oleh peternak desa Tihengo maupun yang dikembangkan di wilayah Provinsi Gorontalo pada umumnya merupakan sapi yang khas karena kandungan asam amino daging sapi bali adalah sama seperti daging wagyu (daging sapi Jepang). Sebagai informasi, asam amino sangat penting bagi tubuh manusia karena membantu pemulihan luka hingga pembentukan sel baru pada tubuh manusia. Setelah itu, dilaksanakan pembukaan dan sambutan dari sekretaris kepala Desa (Bapak Abdul Gias Pakaya), beliau menyatakan ucapan terima kasih dengan pelaksanaan kegiatan ini dengan harapan kelompok ternak yang telah mendapatkan bantuan sapi dari Pemerintah Daerah dapat mengoptimalkan pemeliharaan dan meningkatkan hasil produk ternak di Desa Tihengo.

Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ternak di Desa Tihengo melalui pengobatan massal ternak dan memperbaiki manajemen pemeliharaan ternak melalui kegiatan penyuluhan. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar mengingat antusias warga yang cukup besar untuk menambah wawasan mengenai manajemen pemeliharaan ternak.


Kolom Komentar

You must login to comment...