PanganNews.id Jakarta - Oleh : Entang Sastraatmadja
Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan organisasi sayap yang dibentuk di bawah naungan HKTI. Sejak era Pemerintahan Orde Baru, Pemuda Tani HKTI, memang telah cukup eksis. Salah satu semangat nya adalah untuk memberikan wadah generasi muda agar lebih cinta kepada petani dan pertanian, mengajak generasi muda di seluruh tanah air untuk menjadi solusi memperjuangkan petani, agar petani Indonesia semakin kaya dan makmur.
Pemuda Tani HKTI yang saat ini dinakhkodai Fary Dj Francis, tampak banyak memberi motivasi kepada kaum muda untuk mencintai pertanian. Namun demikian, tidak bisa dipungkiri, di sisi lain banyak juga pemuda di negeri ini, yang memandang setenfah hati terhadap sektor pertanian. Terlebih-lebih terhadap keberadaan petani itu sendiri. Mereka meragukan profesi petani bakal mampu melahirkan kehidupan yang sejahtera.
Kiprah Pemuda Tani HKTI di negeri ini, tentu tidak terlepas dari kiprah HKTI nya sendiri. Pada saat Prabowo Subianto memimpin HKTI selama dua periode (2005 - 2015), program dan kegiatan Pemuda Tani HKTI terekam lebih banyak berbuat ketimbang berwacana. Gerak langkah Pemuda Tani HKTI menggema hingga ke daerah. Mereka tampak bangga dengan logo yang dikenakan. Lebih jauh nya lagi, para Pemuda Tani HKTI ini selalu memandang optimis terkait masa depan pembangunan pertanian di Tanah Merdeka ini.
Bicara soal Pemuda Tani HKTI, terasa kurang afdol, bila kita tidak mengulas soal HKTI secara umum. HKTI, memang "dirancang" untuk menyatukan kaum tani agar memiliki mind-set yang sama terhadap kebijakan, strategi, program dan kegiatan pembangunan pertanian dan pembangunan petani di tanah merdeka ini.
HKTI juga telah berkomitmen bahwa kehadiran nya harus mampu menjadi pelindung dan pembela kaum tani, sekira nya terekam ada pihak-pihak lain yang berkeinginan memarginalkan kehidupan petani beserta keluarga nya. Jangankan terjadi, baru terdengar saja ada kalangan yang bakal menyengsarakan kaum tani, HKTI harus cepat tanggap dan sesegera mungkin menuntaskan nya.
Itulah barangkali yang dalam beberapa waktu lalu, HKTI berani dengan tegas menyatakan keberatan nya atas rencana Pemerintah yang bakal impor beras disaat kaum tani akan menikmati panen raya padi. HKTI tegas menolak impor beras. Inilah salah satu langkah konkrit HKTI dalam melakukan pembelaan terhadap kaum tani.
Sejak HKTI dipimpin Martono di awal kelahiran nya, hingga sekarang dipimpin Fadli Zon, HKTI selalu konsisten memperjuangkan aspirasi petani. Apa yang dirasakan petani, senantiasa akan menjadi kegundahan para pengurus HKTI di setiap tungkatan. Dengan independensi nya HKTI harus berani bersuara jujur terhadap kenyataan yang dihadapi.
HKTI bukan organisasi petani yang berada di bawah ketiak penguasa dan pengusaha, namun senafas dengan apa yang diamanatkan AD dan ART HKTI 1973, organisasi petani ini harus selalu tampil menjadi mitra sejati Pemerintah guna mewujudkan kesejahteraan petani. Bersama Pemerintah, HKTI berkomitman untuk tidak mengkhianati apa-apa yang menjadi kata hati petani.
HKTI adalah organisasi petani yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan yang dicirikan oleh keguyuban para anggota nya. Rasa kekeluargaan dan persaudaraan di HKTI merupakan landasan utama setiap pimpinan HKTI dalam menggerakan organisasi nya. HKTI terbangun karena ada kesadaran bersama dari para petani, aktivis petani, pengusaha pertanian, akademisi, komunitas petani dan lain sebagai nya, untuk selalu peka terhadap keinginan dan kebutuhan kaum tani itu sendiri.
HKTI akan selalu menghormati hal-hal yang tertuang dalam aturan organisasi. HKTI tidak akan pernah menggadaikan organisasi hanya untuk memuluskan kehendak atau kepentingan seseorang. HKTI tidak bskalan menjual organisasi hanya untuk ditukar dengan jabatan politik. HKTI akan tetap ajeg memperjuangkan cita-cita mulia nya. HKTI pasti akan selalu memprioritaskan apa-apa yang menjadi aspirasi kaum tani ketimbang suara Pemerintah.
Di sisi lain, anggapan bahwa petani itu menderita, sengsara, hidup susah, melarat dan selalu jadi korban kebijakan, mesti nya tidak perlu mengemuka dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat di negeri ini.
Hal semacam ini penting kita sadari, karena bagaimana pun juga petani adalah profesi yang terhormat dan mulia. Para petani inilah yang memberi makan pejabat, politisi, pengusaha, akademisi, artis, wartawan dan seluruh warga bangsa lain nya lagi.
Bayangkan jika negeri kita tanpa petani. Siapa yang akan memberi makan bangsa ini ? Siapa yang mau bercocok-tanam padi di sawah ladang ? Siapa yang mau hidup berlumpur-ria di tengah budaya bangsa yang makin "sofistikasi" ini ? Petani adalah pahlawan kehidupan. Berkat merekalah kita masih mampu menyambung nyawa. Gambaran seperti ini, ada baik nya menjadi pencermatan kita bersama, khusus nya para aktivis Pemuda Tani HKTI itu sendiri.
muncul fenomena yang cukup merisaukan dalam menatap perjalanan bangsa ke depan. Di saat konsumsi bangsa kita makin tergantung kepada nasi, dalam waktu yang berbarengan muncul pula fakta bahwa minat untuk menjadi petani makin berkurang. Petani dianggap sebagai profesi yang tidak menjanjikan. Menjadi petani padi untuk kondisi sekarang, sangat tidak mungkin bakal mendatangkan kesejahteraan bagi yang melakoni nya.
Lebih jauh nya lagi, petani sudah tidak diminati lagi oleh para pemuda. Yang cukup mengejutkan, ternyata para orang tua yang kini menjadi petani, banyak yang melarang anak-anak nya menjadi petani. Mereka paham betul bagaimana nelangsa nya hidup jadi petani. Mereka kecewa berat ketika musim tanam tiba, pupuk menjadi langka. Mereka sedih ketika musim panen datang, harga yang terjadi menjadi jatuh. Akhir nya, mereka bertanya mengapa Negara tidak pernah mau hadir di tengah-tengah kesusahan para petani.
27 Nopember 2021 kemarin, Pemuda Tani HKTI telah menggelar Musyawarah Nasional yang ke 6. Selama 25 tahun berkiprah, Pemuda Tani HKTI, telah memberi warisan sejarah bagi perjalanan kaum muda di negeri ini. Pemuda Tani HKTI selalu mencerahkan kaum muda tentang penting nya pertanian bagi kelangsungan pembangunan. Semoga Munas ke 6 Pemuda Tani HKTI ini akan memberi aura baru bagi masa datang pembangunan pertanian dan pembangunan petani di negara kita. Selamat berkiprah Pemuda Tani HKTI. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.