Hikmah Lebaran Bagi Petani

Pangannews.id

Senin, 02 Mei 2022 05:39 WIB

news
Foto : Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmadja.

PanganNews.id Jakarta - Oleh : Entang Sastraatmadja

Diterjemahkan dari bahasa Inggris, hikmah adalah sebuah konsep dalam filsafat dan hukum Islam. Mulla Sadra mendefinisikan hikmah sebagai "mengetahui esensi makhluk sebagaimana adanya" atau sebagai "manusia menjadi dunia intelektual yang sesuai dengan dunia objektif".

Di sisi lain ada juga yang memaknai himah sebagai sesuatu yang fungsinya mengantarkan kepada yang baik dan menghindarkan dari yang buruk. Untuk mencapai maksud tersebut diperlukan pengetahuan dan kemampuan menerapkannya. Dari sini hikmah dipahami dalam arti pengetahuan tentang baik dan buruk.

Hikmah terkait dengan apa yang dipikirkan dan apa yang telah dilakukan. Setiap langkah yang ditempuh, pasti akan ada hikmah yang dapat dipetik. Hikmah bisa berkaitan dengan introspeksi atau yang berhubungan dengan antisipasi. Kedua hal ini akan saling berkaitan, karena apa yang akan dikakukan, sudah seharus nya berbasis kepada apa yang kita kuasai.

Introspeksi jelas akan berkaitan dengan potret diri dan kiprah seseorang. Kesungguhan untuk mengaca diri, merupakan syarat mutlak sekira nya kita ingin melakukan introspeksi. Sayang nya, untuk bersikap jujur, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Jangankan untuk jujur kepada orang lain, sekedar untuk jujur terhafap diri sendiri saja, dibutuhkan waktu yang cukup panjang.

Sedangkan antisipasi akan berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam membaca isyarat jaman yang kini sedang menggelinding dengan cepat. Perubahan lingkungan strategis yang cukup cepat, membuat ketajaman khusus dalam menyikapi tanda-tanda jaman. Kita jangan sampai salah melahirkan kebijakan.

Lebaran telah ditetapkan sebagai salah satu dari Hari-Hari Besar Keagamaan Nasional. Pada hari inilah umat Islam bakal merayakan Hari Kemenangan setelah sebelum nya selama satu bulan penuh melaksanakan ibadah shaum. Sebagai Hari Kemenangan, tentu saja umat Islam akan merayakan nya dengan penuh keceriaan.

Hari Lebaran dikatakan juga sebagai Hari Raya Idul Fitri. Hari inilah seluruh umat Islam kembali ke fitrah. Hari yang penuh dengan kesucian. Setiap orang saling maaf memaafkan atas kesalahan yang dilakukan, baik sengaja mau pun tidak. Lebaran momentum yang baik untuk menghapus dosa terhadap sanak saudara, tetangga dan masyarakat pada umum nya.

Semangat silaturahmi muncul mendadak dari setiap sanubari kita semua. Orang yang tinggal di perkotaan, cenderung akan mudik ke tempat kelahiran nya. Kampung halaman menjadi tujuan mudik utama bagi mereka yang keluarga besar nya masih ada di kampung. Tak mengherankan bila beberapa menjelang hari Lebaran tiba, proses mudik telah berangsung. Ada yang naik kendaraan umum atau pun kendaraan pribadi.

Kehadiran para pemudik ke kampung halaman, walau hanya beberapa hari tinggal disana, pergerakan ekonimi pasti terjadi. Hal inilah yang seharus nya dimanfaatkan oleh para petani di perdesaan. Dengan kreativitas dan mampu berinovasi, para petani dapat mengolah hasil produksi nya menjadi olahan rumah tangga untuk dijadikan oleh-oleh para pemudik ke kota.

Itu sebab nya, Pemerintah perlu memperjelas dan mempertegas pengembangan industri pedesaan berskala sederhana, yang mampu mengolah bahan pangan mentah menjadi hasil industri rumah tangga. Para petani beserta keluarga nya dapat mengolah singkong jadi keripik. Mengolah pisang menjadi sale. Nanas jadi manisan dan lain sebagai nya.

Tinggal sekarang bagaimana Pemerintah dapat memfasilitasi pengembangan nya, baik dari teknologi atau peningkatan kapasitas para petani yang bakal terjun ke dalam industri pengolahan bahan pangan dalam level skala rumah tangga. Peran para Penyuluh Pertanian dan pendamping perdesaan, tentu menjadi sangat penting.

Petani dan keluarga nya perlu diajari dan dilatih bagaimana mengolah bahan pangan yang ada disekitar kehidupan nya dapat diolah sehingga hasil industri rumah tangga. Sebagai "guru" petani, para Penyuluh Pertanian memiliki peran strategis untuk melakukan perubahan perilaku petani ke arah yang bernuansa bisnis dan melepas gaya hidup mereka yang subsisten.

Bila industri rumah tangga ini berhasil dikembangkan oleh para petani di perdesaan, hal ini betul-betul merupakan sebuah hikmah yang sangat besar bagi petani di saat hari Lebaran tiba. Para pemudik tentu akan dapat membawa hasil olahan para petani beserta keluarga nya itu sebagai oleh-oleh bagi sahabat atau teman-teman nya yang ada di kota.

Lebaran, mesti nya dapat dijadikan hikmah bagi perbaikan nasib dan kehidupan petani beserta kelyarga nya. Sayang sekali kalau kesempatan yang baik ini tidak dimanfaatkan secara optimal. Peluang yang terbuka, wajib hukum nya untuk ditangkap dengan sebaik-baik nya. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT)


Kolom Komentar

You must login to comment...