Pangannews.id - Kebun kurma milik Bena Ukur Tarigan di Kutambaru, Kecamatan Tiganderktet, Kabupaten Karo untuk ketiga kalinya dikunjungi Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah pada Rabu 22 Maret 2023.
Musa Rajekshah tampak kagum melihat pohon kurma yang tampak subur tumbuh di Tanah Karo meski sudah beberapa kali berkunjung.
Musa berkunjung atas undangan Bena Tarigan untuk memanen kurma miliknya.
"Sumatera Utara yang luar biasa, satu-satunya kurma yang ditanam berbuah hanya di sini. Luar biasa, panen sawit sudah biasa, panen kurma luar biasa,” ujar Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah.
Tak hanya itu, buah yang dihasilkan oleh kebun kurma milik Bena Tarigan ini, diakui Ijeck, memiliki rasa yang sama dengan rasa kurma dari Madinah. Hal ini, menurut Ijeck, menjadi satu berkah bagi masyarakat, khususnya pemerintah.
“Rasanya sama seperti kurma ruthob yang dibeli di Madina. Ini luar biasa, bersyukur seluruh masyarakat dan Pemerintah Karo, mudah-mudahan bisa banyak Pak Bena Tarigan yang lain di Karo, supaya semakin banyak lagi orang datang ke Karo. Ekonomi berputar, masyarakatnya lebih makmur sejahtera,” harapnya.
Lanjut Ijeck, banyak wisatawan baik wisatawan lokal, domestik hingga mancanegara datang ke Karo, hanya ingin melihat kebun kurma.
“Tanah karo ini beruntung ada Pak Bena Tarigan yang mau tanam kurma, membuat Tanah Karo semakin terkenal dimana-mana, tadi ada pengunjung yang mengaku ke Karo cuma mau lihat pohon kurma dari Simalungun. Kalau pohon salak, pohon naga dimana-mana banyak, di Sumut satu-satunya kurma yang ditanam berbuah di sini,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bena Ukur Tarigan bersyukur Wagub bisa memenuhi undangannya.
“Bapak Wagub ini datang ke kebun kurma sudah tiga kali, banyak bimbingan dan arahan yang diberikan beliau kepada saya sehingga saya dapat berhasil seperti ini. Kami sangat berbangga sekali, Pak Wagub bisa datang,” ujarnya.
Sebelumnya, Bena berharap, Wagub bisa mengembangkan kebun kurma di banyak tempat di Sumut. Ia pun mengaku siap membantu agar kebun kurma bisa tumbuh dan berbuah baik itu di dataran tinggi atau dataran rendah di Sumut.
Penulis: Egi Abdul Mughni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.