PanganNews.id Jatinangor - Himpunan Mahasiswa Rekayasa Pertanian (Himareta) “Agrapana” Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses mengelar acara puncak Agricultural Farming System Competition atau Agrifasco yang ke-8 kalinya di Kampus ITB Jatinangor.
Dikutip dari situs resmi ITB, Agrifasco sendiri merupakan sebuat ajang kompetisi tahunan tingkat nasional tentang pertanian dalam kacamata teknologi.
Dalam kompetisi itu, semua sepakat engangkat tema 'Memprediksi Masa Depan Pertanian Indonesia dalam hadir untuk mendorong mahasiswa menciptakan ide yang dapat menjadi terobosan baru di dunia pertanian melalui rangkaian Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), lomba infografis, lomba fotografi, seminar, dan expo.
Rangkaian kompetisi dilaksanakan selama lebih dari lima bulan sejak dibuka tahap pendaftaran pada 27 Oktober 2022 hingga pengumuman juara pada 19 Maret 2023.
Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Agrifasco memberi wadah kepada mahasiswa Indonesia untuk dapat bertukar ilmu demi kemajuan di bidang pertanian.
Puncak final LKTI dilaksanakan secara luring pada Sabtu (18/3/2023) di Labtek IA, Kampus ITB Jatinangor. Presentasi dinilai secara langsung oleh tiga juri dosen Prodi Rekayasa Pertanian ITB yaitu Aos, Mia Rosmiati, dan Sartika Indah Amalia Sudiarto.
Sepuluh tim yang menjadi finalis LKTI yaitu dari IPB (2 tim), ITS (3 tim), UTI (1 tim), UNHAN (2 tim), UB (1 tim), dan UNIMAL (1 tim).
Juara 1 LKTI dimenangkan oleh tim IPB dengan skor 268, disusul oleh tim UNHAN sebagai juara 2 dengan skor 262,5 dan tim IPB dengan perolehan skor 262 sebagai juara 3.
Lomba infografis dijuarai oleh Vendi Rizki Kesworo dan pemenang lomba fotografi diraih oleh Muhammad Haris Yulianto (UGM).
Hari berikutnya, diselenggarakan seminar nasional yang diadakan di Auditorium GKU 2 Kampus ITB Jatinangor dengan mengusung tema yang sama, seminar ini dihadiri oleh peserta dari berbagai universitas.
Himarekta Agrapana ITB turut mengundang Penyuluh Pertanian Ahli Utama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Arifin, Seed Researcher Manager East West Seed Indonesia (EWINDO) Nur Fajrina, dan Head of Special Projects Elavarm Irwan Hermantria.
“Kegiatan seminar sangat menarik dengan topik yang memberikan gambaran tentang pentingnya peranan teknologi dalam bidang pertanian dalam penyediaan benih yang unggul dan berkualitas, bagaimana potensi pertanian di masa kini dan masa mendatang yang tetap menarik dan prospektif, serta dukungan kebijakan dari pemerintah daerah terhadap sektor pertanian,” kata Aos melalui situs resmi ITB.
Ketua Panitia Dian Setiawan, menuturkan bahwa acara ini juga dimeriahkan oleh adanya expo yang bertujuan untuk mengenalkan produk-produk dari UMKM, yang berada di sekitar Jawa Barat. Serta meningkatkan minat mahasiswa untuk berwirausaha.
Beragam produk hadir di tengah-tengah pengunjung mulai dari jajanan seperti produk olahan berbahan dasar ubi cilembu, yoghurt, masker daun kelor, hingga media tanam dan pupuk organik cair.
Tak hanya itu, expo juga disemarakkan oleh penampilan musik dan talkshow inspiratif dengan narasumber berasal dari mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB.
“Program studi Rekayasa Pertanian selalu mendorong semua aktivitas kemahasiswaan baik akademik maupun nonakademik. Dalam pelaksanaan kegiatan AGRIFASCO bersama dosen kemahasiswaan dan beberapa dosen lainnya turut aktif untuk berdiskusi dan memberikan masukan-masukan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” pungkas Dian.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.