Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kembangkan Pertanian Hortikultura, Pemprov Salurkan Bibit Pohon Pisang Kepok Grecek khas Kaltim 

Bagikan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan 18.000 bibit pohon pisang kepok grecek kepada petani (Pemprov Kaltim)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan 18.000 bibit pohon pisang kepok grecek kepada petani (Pemprov Kaltim)

PanganNews.id Samarinda -  Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan sebanyak 18.000 bibit pohon pisang kepok grecek. 

Kepala Bidang Hortikultura DPTPH Kaltim, Kosasih menyebut, pemberian bibit itu merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap pengembangan sektor pertanian hortikultura.

Utamanya, pada komoditas pisang kepok grecek khas Kaltim yang diklaim mampu memberikan kontribusi besar. 

“Pemprov Kaltim mendukung untuk pengembangan pisang kepok grecek. Sebanyak 18 ribu pohon akan kita salurkan untuk tiga kabupaten,” kata Kosasih dikutip dari kominfo.kaltimprov.go.id, Rabu 29 Maret 2023. 

Kosasih menerangkan, pengembangan pisang kepok grecek khas Kaltim ini diprioritaskan oleh DPTPH Kaltim karena peluang penjualannya yang tinggi, baik di pasar domestik maupun pasar ekspor.

Melalui pameran Indonesia Tourism Investment and Trade Expo 2023 di Bali, Kosasih menyebutkan DPTPH Kaltim berhasil meraup transaksi dagang sebesar Rp11,23 miliar untuk komoditas pisang kepok grecek asal Kutai Timur (Kutim).

“Alhamdulillah, semoga menjadi motivasi bagi pelaku usaha di bidang hortikultura Kaltim,” terang dia.

Sebagai informasi, pisang kepok grecek merupakan salah satu varietas pisang kepok yang berasal dari Kabupaten Kutai Timur. Pisang ini memiliki ciri khas berkulit hijau dan daging buah berwarna kuning keputihan yang memiliki rasa manis dengan tekstur yang lembut.

Terpisah, Ketua Koperasi Taruna Bina Mandiri, Priyanto menyatakan, selain memenuhi pasar lokal, pisang kepok grecek juga diekspor ke luar negeri. Negara tujuan ekspor meliputi Malaysia, Taiwan, Pakistan, dan Kanada.

Saat ini, luas lahan yang sedang dikembangkan mencapai sekitar 2.100 hektare (ha) yang didukung oleh pemerintah dan mandiri. Ia berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan pembangunan infrastruktur pertanian agar petani dapat memaksimalkan pemasaran hasil panen.

Penulis: Egi Abdul Mughni
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal