PanganNews.id, Nganjuk - Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), membantu para petani di Nganjuk untuk lawan hama dengan pembuatan biopestisida yang dikombinasikan biofertilizer Berbasis Zero-waste.
Koordinator tim KKN, Nurul Kholisah, memaparkan serangan hama sangatlah membahayakan. Sebab, kata dia, Hama menjadi salah satu faktor yang sering menurunkan produksi dan mutu tanaman, serta merugikan usaha petani.
Untuk melawan hama, biasanya digunakan pupuk atau pestisida kimia yang relatif mahal dan memberi bahaya ke hasil panen petani.
“Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kami mendampingi petani dalam membuat biopestisida dan biofertilizer ini,” terang Nurul dikutip dari its.ac.id, Rabu 5 April 2023.
Tim KKN itu meramu biopestisida tersebut dengan memanfaatkan limbah air kelapa tua. Air kelapa tua yang didapatkan dari Usaha Mikro Kecil (UMKM) warga sekitar akan dikombinasikan dengan empat bakteri yang didapatkan dari laboratorium ITS.
Ia mengaku, para petani sempat kaget bahwa air kelapa bisa jadi biopestisida.
“Maka dari itu, saat sesi pemaparan materi, para petani sangat aktif dalam mencari tahu mengenai pembuatan biopestisida,” tutup Nurul.
Penulis: Egi Abdul Mughni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.