PanganNews.id, Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur membagikan sebanyak 102.753 Ton beras ke 3.425.142 keluarga penerima manfaat (KPM) jelang beberapa hari idul fitri 1444 Hijriyah.
"Cadangan pangan pemerintah disalurkan sebagai bantuan kepada masyarakat selama tiga bulan, terhitung Maret sampai Mei 2023," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dikutip dari Jatimprov.go.id, Selasa 18 April 2023.
Pemberian beras kepada 3.425.142 masyarakat kurang mampu itu sebagai bentuk tindaklanjut surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 82/TS.03.03/K/3/2023.
Khofifah menyebut, setiap KPM menerima bantuan berasa sebanyak 10 liter. Pembagian beras itu dilakukan beberapa kali tahapan mulai pada bulan mei lalu.
"Kita salurkan berdasarkan data 'by name by address'," papar dia.
Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan masyarakat penerima bantuan bahan pangan adalah keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non-tunai (BPNT) yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
"Pendistribusiannya melalui PT Pos Indonesia," katanya.
Gubernur Khofifah berharap penyaluran bantuan pangan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat, utamanya di bulan Ramadhan, terlabih menjelang lebaran.
"Masyarakat akan merasa tenang jika ada stok beras di rumah," ujarnya.
Gubernur Khofifah sebelumnya telah keliling ke pasar-pasar tradisional di beberapa kabupaten/ kota wilayah Jatim. Berbagai bahan kebutuhan pokok harganya terpantau stabil sehingga bantuan pangan beras ini diharapkan dapat menambah kebahagiaan masyarakat.
Menurutnya, dengan harga berbagai bahan kebutuhan pokok yang stabil, ditambah bantuan bahan pangan berupa beras yang telah disalurkan, akan membuat masyarakat menjadi lebih tenang dan semakin khusyuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
"Kalau hatinya tenang, Insya Allah ibadahnya lancar dan lebih khusyuk. Apalagi menjelang Idul Fitri, tentu masyarakat merasa tenang jika ada stok beras di rumah," tutup dia. (Egi)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.