PanganNews.id, Jakarta - Cuaca Hari Raya Idul Fitri 2023 cenderung ekstrem. Panas di pagi hingga siang hari, namun hujan deras seringkali turun pada sore hingga malam hari.
Banyak orang kemudian mengalami gejala flu seperti demam, batuk dan pilek akibat cuaca yang berubah secara ekstrem saat bersilaturahmi dan beraktifitas di luar rumah.
Anak-anak menjadi salah satu yang paling rawan terdampak perubahan cuaca pada Idul Fitri 2023.
Lantas, obat apa yang harus diberikan orangtua kepada anaknya bila mengalami demam, batuk atau pilek? Obat-obatan dalam bentuk cair yang sudah memenuni standar BPOM tentunya tetap bisa dikonsumsi.
Namun kita tak selalu harus menggunakan obat-obatan dari bahan kimia, setidaknya untuk beberapa penyakit umum seperti batuk dan pilek. Sebagai alternatif, Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) memberikan rekomendasi ramuan herbal penurun demam dan pereda batuk pilek untuk anak.
Melansir Liputan6.com, PDPOTJI dalam siaran resminya mengatakan ramuan ini punya rasa yang tidak pahit dan mudah dibuat karena bahan-bahannya mudah didapatkan.
Anda pun bisa membuatnya sendiri di rumah. Berikut resep ramuan penurun demam dan pereda batuk pilek bila kesehatan buah hati sedang tidak optimal.
Sirup Madu Bawang Jahe
Ramuan ini bisa diberikan untuk anak usia 1-12 tahun yang berkhasiat menurunkan demam dan meredakan batuk serta pilek.
Bahan-bahan:
30 ml madu murni
1 siung bawang merah, dicincang halus
1 siung bawang putih, dicincang halus
10 gram jahe segar, dicincang halus
1⁄2 buah jeruk nipis, diperas.
Langkah Pembuatan:
1. Masukkan cincangan bawang merah, bawang putih dan jahe ke dalam botol yang berisi madu, lalu masukkan air perasan jeruk nipis.
2. Tutup botolnya, kemudian kocok atau guncang-guncang botolnya. Diamkan dalam suhu kamar selama 8 jam, sehingga didapatkan sirup dengan konsistensi encer.
3. Saring, tuang ke dalam botol obat yang bersih dan kering.
4. Ramuan ini siap dikonsumsi dengan takaran 1 sendok teh (5ml) sekali minum.
5. Simpan dalam kulkas dan habiskan dalam waktu 2-3 hari.
Ramuan ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan dengan dosis tiga kali sehari, masing-masing 5 ml. (*/lip/yan)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.