PanganNews.id, Klaten - Inovasi pertanian muncul dari seorang pemuda asal Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Eko Mardiyono.
Eko berhasil melakukan pemuliaan tanaman padi dengan menghasilkan beras berwarna ungu. Ya beras ungu.
Eko nampak bersusah payah untuk menghasilkan beras berwarna itu. Ia menyebut, upaya dalam menciptakan varietas baru itu ia lakukan sejak 2014 lalu.
Namun, hasil ketelatenan dia berbuah manis lantaran beras yang diproduksinya memiliki keunggulan dibandingkan varietas yang lain.
"Beras ungu ini memiliki karakteristik pulen. Kandungan nilai gizi juga baik bahkan bebas residu pestisida karena pembudidayaannya secara organik," kata Eko dikutip dari alenia.id, Jumat 26 Mei 2023.
"Keunggulan tersebut sesuai hasil laboratorium oleh Sucofindo pada 2017 lalu," imbuh dia.
Namun, Eko sendiri belum melakukan permohonan sertifikasi atas benih padi yang dimuliakannya ke Kementerian Pertanian (Kementan).
Fungsionaris DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu menerangkan, pemulian tanaman padinya berasal dari varietas padi lokal unggul dengan melakukan persilangan terhadap 3 varietas yang usia tanamnya lama
"Beras ungu ini bernilai ekonomis karena usia tanaman relatif pendek dibanding varietas padi unggul lain. Tetua induk memiliki usia tanam 6 bulan, sedang padi ungu hanya 120 HSS (hari sesudah semai)," ungkapnya.
Upaya Eko melakukan pemuliaan tanaman padi menuai hasil setelah 3 tahun melakukan pemuliaan. Sejak 2017 hingga kini, pengembangan beras ungu terbatas di lahan seluas 30 hektare yang tersebar di Klaten dan Sragen, Jateng; Bantul, DIY; serta Cianjur, Jawa Barat. (Egi)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.