PanganNews.id, Purwakarta- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta meyakinkan masyarakat bahwa stok hewan kurban (ternak) melimpah di daerahnya, dengan memastikan ketersediaan hewan kurban untuk perayaan Idul Adha mendatang.
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyatakan, Pemkab Purwakarta memiliki stok berbagai jenis hewan yang besar, antara lain sapi, kerbau, kambing, dan domba, dengan total 26.933 ekor.
Permintaan hewan kurban di Purwakarta sekitar 9.944 ekor, meliputi 1.890 sapi, 21 kerbau, 7.875 domba, dan 158 kambing. Berdasarkan data yang ada, dapat dipastikan bahwa pasokan hewan kurban di Purwakarta sudah lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan. Dengan kata lain, ada surplus hewan kurban di wilayah tersebut," kata wanita yang akrab disapa Mbuu Anne, Kamis 15 Juni 2023.
Surplus tersebut menurut Mbuu Anne, dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban dari daerah lain seperti DKI Jakarta, Bandung, Karawang, dan Bekasi. Selain itu, peternak lokal dapat memasok pasar ternak di Purwakarta, termasuk pasar seperti Pasar Hewan Ternak Ciwerang, Bojong, Wanayasa, dan Pasar Hewan Ternak Citeko. Surplus ternak ini menghadirkan peluang ekonomi yang signifikan bagi para petani di Purwakarta.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Purwakarta, Siti Ida Hamidah, melanjutkan kelebihan hewan kurban ini merupakan faktor keberhasilan praktik peternakan di wilayah tersebut. Ia juga memastikan hewan yang akan dipasarkan bebas dari penyakit hewan apapun, termasuk Lumpy Skin Disease (LSD) atau "penyakit lato-lato" dalam bahasa setempat.
Sesuai dengan arahan Bupati Anne Ratna Mustika untuk menjamin keamanan ternak yang dikonsumsi, khususnya sapi dan kerbau, seluruh hewan kurban di Purwakarta harus bebas dari berbagai penyakit hewan, khususnya LSD.
Pihak berwenang terus memantau dan mengontrol secara ketat semua ternak untuk memastikan mereka bebas dari LSD. Kampanye vaksinasi telah dilakukan sejak 5 Juni untuk mencegah penyebaran penyakit, dan ribuan ternak telah divaksinasi untuk menjaga kesehatannya," paparnya.
Tindakan cepat yang dilakukan pemerintah Purwakarta dalam memberantas LSD pada sapi dan kerbau sudah mulai membuahkan hasil. Dalam seminggu kampanye vaksinasi, 2.057 sapi dan kerbau telah berhasil divaksinasi untuk mengatasi LSD, juga dikenal sebagai "penyakit lato-lato" secara lokal," pungkasnya.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.