PanganNews.id, Bangka - Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Syarli Nopriansyah, melakukan kunjungan ke lokasi perkebunan kelompok tani di Lingkungan Kampung Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada tanggal 23 Juni 2023.
Salah satu kebun warga di sana dengan luas seperempat hektare berhasil menghasilkan 3 ton melon.
Syarli Nopriansyah mengungkapkan kekagumannya terhadap hasil yang luar biasa ini. Ia menyebut bahwa ini merupakan panen kedua di lahan yang sama. Sebelumnya, mereka berhasil menghasilkan 4 ton melon, lalu langsung menanam lagi dan menghasilkan 3 ton melon.
Kelompok Tani Lingkungan Matras di kawasan tersebut menanam berbagai macam tanaman, termasuk cabe, terong, kangkung, kacang, jagung, semangka, melon, dan lain-lain," kata Syarli.
Yang menarik menurut Syarli, bagian besar lahan tersebut bukanlah milik kelompok tani. Mereka sebagian meminjam lahan-lahan warga yang terbengkalai.
"Bahwa dari sini kita bisa belajar bahwa dengan kemauan dan kerja keras, lahan-lahan yang tidak produktif dapat diolah menjadi lahan produktif dan ekonomis," Syarli sapaan akrabnya.
Selain itu Syarli menuturkan, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka akan membantu melalui program-program yang dimilikinya.
Sementara Arif, salah seorang petani yang menanam melon, mengatakan bahwa awalnya ia datang ke Bangka dari Lampung dan bekerja dengan orang lain di kebun.
Namun kemudian ia meminjam lahan-lahan terbengkalai dan mulai berkebun. Pengalamannya sejak tahun 2008 berkebun di Pulau Bangka membuatnya mampu menyulap lahan terbengkalai menjadi lahan yang menghasilkan.
Ia berhasil menanam melon di lahan tersebut dua kali dengan hasil yang memuaskan.
Modal awal Arif untuk menanam melon pertama kali di lahan tersebut adalah Rp 10 juta, dan menghasilkan 4 ton melon. Setelah panen, ia langsung menanam lagi dengan modal Rp 3 juta dan menghasilkan 3 ton melon.
Disisi lain Junaidi, Ketua Kelompok Tani, mengakui bahwa kebanyakan petani dalam kelompoknya kekurangan modal dan kurang mendapatkan bimbingan. Oleh karena itu, kunjungan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian sangat diharapkan untuk mendapatkan bantuan dan program yang ada.
Junaidi juga mengatakan bahwa pemasaran hasil panen tidak menjadi kesulitan karena semua hasil panen pasti terjual, meskipun terkadang harga turun saat terjadi panen bersamaan di berbagai tempat atau adanya suplai dari luar Bangka yang melimpah.
Saat ini, harga hasil pertanian seperti Melon Emas (Golden Melon) dibeli oleh pengumpul dengan harga Rp 15.000 dan melon kuning seharga Rp 10.000," imbuhnya.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.