PanganNews.id, Bojonegoro -Kurangnya minat anak muda atau generasi milenial dalam bidang peternakan bisa menjadi masalah serius, terutama karena stigma yang melekat pada profesi peternak.
Namun, ada beberapa peternak milenial yang telah mengadopsi sistem modern dalam usaha peternakan mereka.
Mereka tidak lagi mengandalkan metode tradisional seperti mencari rumput (ngarit) sebagai pakan ternak, dan mereka juga mampu menghasilkan keuntungan yang signifikan. Bahkan, mereka berhasil mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik yang dapat meningkatkan pendapatan mereka.
Salah satu contoh peternak milenial yang sukses adalah M. Rijal Mansyur Amin, seorang peternak di Bojonegoro.
Awalnya, ia hanya memiliki 25 ekor kambing pada tahun 2017. Namun, saat ini ia telah memiliki 500 ekor kambing dan domba, di mana 200 di antaranya merupakan indukan untuk pembibitan.
Dirinya tidak pernah melakukan ngarit, dan ia menyusun formulasi pakan sendiri dengan membeli bahan baku.
"Meskipun membutuhkan waktu untuk menguji coba dan melakukan uji laboratorium untuk mendapatkan formula pakan yang sesuai, tetapi berhasil mencapai kesuksesan dalam usaha peternakan," kata Rijal sapaan akrabnya, Senin 26 Juni 2023.
Selain itu, Rijal juga mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik. Ia mampu memproduksi 350 karung pupuk setiap harinya, tetapi permintaan masih lebih tinggi daripada produksinya. Pupuk tersebut dijual kepada petani di sekitarnya.
"Saya berhasil memperluas jangkauan penjualan ternaknya hingga ke luar kota, seperti Blora, Tuban, Lamongan, Gresik, dan Surabaya," jelas Rijal.
Keberhasilan Rijal dalam usaha peternakannya tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi anggota kelompok ternak lainnya.
Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Elfia Nuraini memberikan apresiasi atas keberhasilan peternak milenial seperti Rijal.
Ia mengakui bahwa mereka mampu menjalankan usaha peternakan secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: Ryan Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.