PanganNews.id, Jakarta - Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Andriko Noto Susanto melakukan Courtesy Call dengan Duta Besar RI untuk RRC Djauhari Oratmangun, dalam rangkaian menghadiri Sidang Codex Committee on Pesticide Residue di Beijing, Selasa 27 Juni 2023.
Dalam kesempatan tersebut, Andriko memperkenalkan tugas dan fungsi Badan Pangan Nasional sesuai yang diamanatkan dalam Perpres Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional serta berbagai upaya yang telah dilakukan dalam upaya penguatan dan program strategis pangan nasional.
“Ekspor buah-buahan ke Tiongkok meningkat dari 24 persen tahun 2020 menjadi 48 persen di tahun 2022 terhadap total ekspor buah Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar Tiongkok tetap menjadi pasar prospektif untuk peningkatan ekspor komoditas unggulan Indonesia,” ungkap Andriko.
Peningkatan ekspor buah tersebut salah satunya disumbang oleh rumah kemas Nanas yang di registerasi oleh OKKP, yang telah di setujui oleh GACC, jelasnya. Saat ini pasar prospektif di Tiongkok yang perlu segera dibuka adalah durian.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk RRC Djauhari Oratmangun akan terus melaksanakan promosi buah-buah unggulan Indonesia, untuk lebih mengenalkan komoditas tersebut ke masyarakat Tiongkok. Diapun berharap dapat terjalin kolaborasi dengan pemerintah pusat.
“Saat ini telah terjadi pergeseran pola makan di masyarakat Tiongkok, dalam setiap jamuan dimulai dengan buah, sayur, lauk, dan nasi menjadi menu terakhir, sehingga saat ini konsumsi nasi di Tiongkok mengalami penurunan,” ungkapnya.
Andriko menyambut baik hal tersebut yang sejalan dengan kebijakan B2SA di Indonesia, dan dapat diadopsi sebagai leason learned.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.