PanganNews.id, Subang - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membantu Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam kontek menstabilkan pangan yang bermula dari bibit padi unggulan.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyebut, bibit padi unggul itu dinilai tidak akan menyaingi para petani di Indonesia.
"Karena mekanisme model bisnis dan tidak akan menjadi saingan bagi para pelaku usaha sektor pangan khususnya pada PT. Sang Hyang Seri (SHS), yang BRIN perlukan riset bibit padi ini laku dan menghasilkan keuntungan dan jika berhasil harus komitmen dilisensi oleh pelaku usaha sektor pangan, hasil lisensinya 30 persen masuk kepada periset dan 70 persen masuk ke negara," kata dia, Minggu 9 Juli 2023.
Penanaman perdana bibit padi unggul ini dilakukan secara bersama oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko bersama Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, Kementerian BUMN, serta pelaku usaha sektor pangan.
Kegiatan ini merupakan model sinergitas Pemerintah dalam mendukung cadangan pangan Nasional.
Bibit padi unggul yang ditanam merupakan hasil kerja sama antara BRIN, Bapanas, Kementerian BUMN, dan pelaku usaha untuk budidaya pertanian berbasis bibit unggul yang dilakukan untuk menjaga pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara berkelanjutan.
"BRIN berkomitmen untuk membantu dari sisi yang paling hulu dan terkait riset seperti untuk varietas baru padi yang pagi ini ditanam di Dem Area SHS, dimana BRIN berhenti pada risetnya setelah itu hilirisasinya selalu gandeng mitra industri/BUMN atau pelaku usaha swasta yang lain," tambahnya.
Selanjutnya Handoko menyampaikan agar badan usaha seperti ID FOOD dan SHS bisa aktif menyampaikan kepada BRIN terkait kebutuhan riset apa yang dapat di-support.
Sementara itu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa Bapanas melakukan kerja sama lintas sektor dengan tujuan untuk mewujudkan pola pertanian yang efisien, presisi, serta bernilai tambah melalui produktivitas padi yang tinggi.
"Kerja sama ini ditandai dengan penanaman perdana tanaman padi bibit unggul hari ini," ujarnya.
Arief menambahkan, demonstrasi area penanaman benih unggul ini disiapkan sebagai pilot project sebelum dilakukan replikasi pembudidayaan secara lebih luas dan masif.
Demonstrasi dilaksanakan di lahan pertanian dengan luas sekitar 47,25 Ha yang terbagi ke dalam 3 blok dengan target rata-rata produktivitas minimal 8 ton per Ha.
Blok pertama seluas 16,15 ha menerapkan teknologi yang direkomendasikan BRIN dengan varietas Inpari 48 dan memiliki keunggulan provitas di atas 7 ton/ha.
Blok kedua seluas 16.10 ha menerapkan varietas Inpari 48 dan MSP 65 dengan teknologi yang direkomendasikan PT. Teknologi Biota yang mengandalkan pengelolaan secara organik dan target produktivitas di atas 7 ton/ha.
Sedangkan, Blok ketiga seluas 15 ha akan menerapkan teknologi yang direkomendasikan PT. MSP 65 dengan keunggulan masa panen 65 hari setelah tanam.
"Hasil pembudidayaan 3 pola penanaman, teknologi, dan varietas yang berbeda ini akan langsung dikerjasamakan untuk diserap BULOG," ucapnya.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.