PanganNews.id, Subang - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Tepat Guna (PRTTG) tengah mengembangkan penelitian tentang komoditas sorgum guna meningkatkan kualitas pangan lokal.
Upaya itu dilakukan untuk menjawab terhadap kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.
Ketua Kelompok Riset Pascapanen Thermal, saat Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Riset Pangan Lokal Sandi Darniadi menyebut, BRIN berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan melalui teknologi pangan untuk meningkatkan keanekaragaman pangan, meningkatkan nilai gizi pangan, dan meningkatkan keamanan pangan, serta menekan kehilangan.
Teknologi pangan, lanjut Sandi, dapat berperan dalam meningkatkan nilai tambah produk pangan lokal. Hal tersebut ia sampaikan saat bertemu dengan pihak Fakultas Teknik Universitas Pasundan (Unpas) pada hari Senin, 17 Juli 2023 lalu.
"BRIN siap bekerjasama dengan pihak Unpas dan sharing informasi riset peralatan pengolahan pangan lokal, khususnya terkait komoditas sorgum. Karenanya sinergi dan kerjasama yang akan dibangun melalui FGD ini diharapkan ada tindak lanjutnya kedepan direalisasikan dengan baik," ungkap Sandi.
Sementara Sekretaris Prodi Magister Teknologi Pangan Unpas, Wisnu Cahyadi menyampaikan, pemberdayaan masyarakat petani Jawa Barat melalui program industrialisasi sorgum pada Program Kerja Sama Unpas dan TJSL PT. DI. telah terjalin dengan baik.
"Namun demikian, sebagai peneliti perlu untuk melakukan sharing ilmu khususnya tentang riset mesin pengolahan komoditas sorgum," ungkapnya
Lebih lanjut Wisnu mengatakan, mengingat telah adanya implementasi penelitian di kampus Unpas bersama dengan BRIN terkait dengan hasil penelitian pada skala industri kecil, sehingga untuk riset skala besar mesin yang dirancang perlu pengembangan mesin pengolah pangan dari PRTTG. Dirinya berharap pertemuan ini menghasilkan adanya kolaborasi yang baik antara pihak BRIN dengan Unpas.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.