Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pastikan Ketersediaan Air buat Persawahan saat El Nino, Bupati Purwakarta Dapat Apresiasi Para Petani

Bagikan
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dapat apresiasi petani. (Diskominfo Purwakarta)
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dapat apresiasi petani. (Diskominfo Purwakarta)

PanganNews.id, Purwakarta - Dampak kekeringan akibat fenomena El Nino sudah mulai terasa di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Purwakarta.

Akibat debit air yang menurun, Pemerintah Kabupaten Purwakarta membatalkan pertunjukan Air Mancur Sri Baduga dalam rangka Hari Jadi Purwakarta ke 192 dan Kabupaten Purwakarta ke 55, yang sedianya dilangsungkan Sabtu 22 Juli 2023 malam.

Debit air Situ Buleud yang menjadi sumber air di Taman Air Mancur Sri Baduga juga menyusut.

Jika menggunakan sumber dari dari Sungai Cigoong, akan berisiko bagi persawahan petani di Kabupaten Purwakarta.

Menurut Kepala Dinas Pangan Dan Pertanian (Dispangtan) Sri Jaya Midan, Sungai Cigoong merupakan sumber air bagi areal persawahan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Purwakarta, Pondoksalam dan Kecamatan Pasawahan

Midan menjelaskan, jika air dari Sungai Cigoong dipaksakan untuk memasok air bagi Taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud, maka dampaknya adalah 247 hektar sawah di empat desa dan satu kelurahan di tiga kecamatan tersebut tidak akan mendapatkan pasokan air.

Empat desa itu meliputi Desa Sawah Kulon, Desa Cidahu, Desa Kerta Jaya, Kecamatan Pasawahan dan Desa Situ Kecamatan Pondoksalam. Sedangakan satu kelurahan lainnya adalag Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta.

"Saat ini, kondisi areal sawah di wilayah tersebut memang kebutuhan airnya tinggi,karena dalam kondisi padi sudah mulai menguning. Kalau tidak ada pasokan air, itu berpotensi gagal panen. Jika gagal panen, maka Purwakarta akan kehilangan sekitar 1.482 ton gabah, Itu tentu akan merugikan kita," ujar Midan.

Keputusan sulit yang ditempuh Bupati Purwakarta yang memprioritaskan air Sungai Cigoong untuk mengairi persawahan ketimbang untuk pertunjukan Air Mancur Sri Baduga, mendapatkan apresiasi dari kalangan petani.

Salah satunya Dadang (51), anggota Kelompok Tani (Poktan) Mandiri II Desa Kerta Jaya.

Ia mengatakan, langkah yang ditempuh Bupati Anne Ratna Mustika dan jajaran Pemkab Purwakarta yang mengutamakan sawah petani mendapatkan pasokan air, sangat kita apresiasi dan kita hormati,

Langkah itu menunjukan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika sangat serius dalam upayanya menjamin ketersediaan pangan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.

"Langkah itu sekaligus menunjukan Bupati Purwakarta sangat serius dalam memperjuangkan nasib kesejahteraan masyarakatnya, khususnya kalangan petani yang jumlahnya sangat besar.. Kami sangat mengapresiasi dan menghormati langkah Bupati tersebut," kata Dadang.

Dadang menjelaskan, luas sawah  yang dikelola kelompoknya mencapai 25 hektar. Dengan luas sawah tersebut, kebutuhan air untuk menyuplainya tentu cukup besar.

"Pasokan air harus benar-benar terjamin, apalagi dimusim kemarau seperti sekarang ini. Jika pasokan air tidak ada, jelas itu akan sangat  mempengaruhi tanaman padi, dan bisa berpotensi menyebabkan gagal panen. Dengan adanya langkah dari Pemkab Purwakarta, kami merasa tenang karena pasokan air bagi sawah kami tidak terganggu," tuntas Dadang.

Penulis: R Muttaqien
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal