Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Petani di Bekasi Rela Rogoh Kocek Rp400 Ribu Demi Mengairi Sawah Kering Dampak Kemarau

Bagikan
Ilustrasi kekeringan di area sawah. (Pixabay)
Ilustrasi kekeringan di area sawah. (Pixabay)

PanganNews.id, Bekasi - Dampak kemarau mulai terasa di berbagai daerah. Salah satunya di wilayah Kota Bekasi.

Dampak kemarau yang mengakibatkan kekeringan dirasakan oleh petani di Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Akibat kemarau, saluran air untuk sawah mereka mengering.

Para petani pun mesti putar otak demi bisa mengairi sawah mereka. Salah satunya para petani yang tergabung di Kelompok Tani Benda Jaya mesti mengeluarkan biasa ekstra untuk mengairi sawah garapan mereka.

Mengutip suara.com, Ketua Kelompok Tani Benda Jaya, Niman (56) mengatakan, pihaknya harus mengeluarkan biaya mencapai Rp400 ribu untuk bisa mengairi sawah.

Niman dan bersama rekannya yang mengelola 2,5 hektare sawah di musim kemarau seperti ini setidaknya membutuhkan empat pompa air.

"Kalau satu mesin sepuluh liter sehari semalam, kalau bukan dari pantekan (pompa air) agak ringan. 1 mesin itu kan Rp100 ribu, untuk seminggu sekali (penggunaan),” kata Niman, dikutip dari suara.com, Minggu 13 Agustus 2023.

Hal itu terpaksa dilakukan Niman karena tinggi air di saluran air sudah mulai kotor dan tidak mengalir.

Air di saluran air sekitar persawahan garapan Niman dan kelompok Tani Benda Jaya sudah menyusut 50 sentimeter.

Selain itu, kata Niman dampak dari kekeringan tahun ini membuat kualitas padi menurun. Ukuran padi menjadi lebih kecil dan agak kehitaman.

Mau tak mau kata Niman bahwa ia harus menjual padi dengan harga lebih tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau 2023 debagian besar wilayah diprakirakan terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2023 sebanyak 507 ZOM (72,53%).

Jika dibandingkan terhadap normal, Puncak Musim Kemarau 2023 di sebagian besar daerah yaitu 402 ZOM (57,51%) diprakirakan sama, sedangkan wilayah lainnya diprakirakan maju terhadap normal yaitu sebanyak 185 ZOM (26,47%) dan mundur terhadap normal yaitu sebanyak 112 ZOM (16,02%).

Durasi Musim Kemarau 2023 di sebagian besar wilayah Indonesia umumnya diprediksi berkisar 9 - 20 dasarian yaitu sebanyak 355 ZOM (50,8%).

Penulis : R Muttaqien
Editor : R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal