PanganNews.id, Kutim - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur akan menjadikan Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, sebagai salah satu sentra lumbung padi.
Bupati Kutim, Ardiansyah menyebut, luasan sawah yang berproduksi di wilayah tersebut tercatat sekitar 315 hektare. Pihaknya berencana akan meningkatkan produktivitas padi di lahan 1.000 hektare.
“Jika rata-rata setiap hektare menghasilkan 4 sampai 6 ton per panen di luasan 315 hektare berarti 1.575 ton per tahun. Dalam setahun 2 kali panen artinya bisa mencapai 3.150 ton padi per tahun. Sangat signifikan untuk memenuhi kebutuhan beras di Kutim,” jelas dia Rabu 30 Agustus 2023.
Ardiansyah menyebutkan, di Kutim ada beberapa wilayah yang menjadi sentra padi. Di antaranya di Kecamatan Teluk Pandan, Kaubun dan Kongbeng. Melihat potensi tersebut, Pemkab Kutim berencana mencetak sawah baru.
Selain itu, sambungnya, untuk peningkatan produksi, Pemkab Kutim juga beberapa waktu lalu telah menyerahkan handtractor kepada beberapa kelompok tani (Poktan). Poktan di Miau Baru maupun di sentra-sentra yang lain.
Rencana itu pun menurutnya bak gayung bersambut dengan meningkatnya jumlah petani muda. Sehingga pertanian di wilayahnya kini memiliki prospek yang menjanjikan.
“Sebagai contoh eksportir pisang dari Desa Kadungan Jaya, Kaubun adalah pemuda. Belum termasuk anak -anak muda yang menggeluti bidang usaha rintisan (start-up),” ungkap Ardiansyah.
Berdasarkan data yang ada, dia menyebutkan bahwa hingga Juli 2023 ekspor pisang kepok mencapai 1.760 ton. Selain itu petani Kutim juga telah mengekspor keripik pisang, lidi sawit, amplang, nanas dan ikan asin air tawar.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.