Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Cegah Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani dan TNI di Bogor Normalisasi Saluran Irigasi

Bagikan
Alat berat milik TNI sedang melakukan normalisasi irigasi Cibeet dan Bendungan Cikumpeni. (Nicko/PanganNews.id)
Alat berat milik TNI sedang melakukan normalisasi irigasi Cibeet dan Bendungan Cikumpeni. (Nicko/PanganNews.id)

PanganNews.id, Bogor - TNI bersama petani bekerja sama dengan baik untuk mengatasi kekeringan dan ancaman gagal panen di 790 hektar lahan sawah di lima desa Kecamatan Tanjungsari dan Cariu, Kabupaten Bogor.

Upaya normalisasi irigasi Cibeet dan Bendungan Cikumpeni penting dalam menyediakan pasokan air untuk pertanian di daerah tersebut.

Sekretaris Gabungan Perkumpulan Pemakai Air (GPA) Ciunjang Jaya Sejahtera, Abdul Gofur menyampaikan apresiasi kepada TNI yang mau membantu melakukan normalisasi irigasi Cibeet.

Menurut Abdul Gofir, target normalisasi ini, yakni pengerukan sekitar 2.000 kubik sedimen yang mengendap di Sungai Cibeet.

“Pekerjaan nanti dilanjutkan dengan membuat penampungan air berukuran  40 meter kali 50 meter dengan Kedalaman 1 meter di pintu air irigasi Cikumpeni,” kata Abdul Gofur.

Sebelumnya, petani yang ada di Kecamatan Tanjungsari dan Cariu, menagih janji pemerintah Kabupaten Bogor yang akan melakukan normalisasi sungai Cibeet.

Sebab, menurut petani, pedangkalan Sungai Cibeet telah mengancam lahan pertanian di dua kecamatan itu.

Petani juga sebelumnya meminta agar pintu bendungan Sungai Cibeet diperbaiki.

Aktivis lingkungan asal Kabupaten Bogor Sabilillah mengatakan jika dirinya sudah meminta dukungan Walhi untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menepati janjinya.

Menurur Sabilillah, aspirasi warga dan petani yang pernah disampaikan, di antaranya perbaikan pinti bendungan Cibeet, agar berfungsi sebagaimana mestinya.

Selain itu, warga dan petani meminta agar dilakukan pengerukan sedimen lumpur dan bebatuan di area bendungan yang sudah menutupi permukaan bendung.

"Termasuk aspirasi mengenai Perbaikan pintu irigasi yang sudah rusak dan tidak berfungsi, dan Penertiban koncoran-koncoran liar,” pungkasnya.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal