PanganNews.id, Boyolali- Warga Desa Lampar, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, saat ini sedang merasakan dampak serius akibat kemarau panjang yang berkepanjangan.
Fenomena yang disebut "ternak makan ternak" muncul sebagai bentuk ekstrem untuk bertahan di tengah krisis air bersih yang menghantui desa ini.
Desa Lampar, yang mayoritas penduduknya adalah peternak, terutama ternak seperti sapi pedaging dan kambing, menghadapi situasi sulit ketika kemarau melanda. Sumber air yang menjadi kebutuhan utama ternak tersebut menjadi sangat langka.
Kepala Desa Lampar, Edi Susanto, mengungkapkan dampak ekonomi yang parah yang dirasakan oleh warganya. Beberapa di antara mereka bahkan terpaksa menjual ternak mereka atau berutang di bank hanya untuk memenuhi kebutuhan air.
"Sapi membutuhkan banyak air untuk minum, terutama saat musim kemarau seperti ini. Beberapa warga telah menjual satu ekor sapi hanya untuk membeli pakan dan air," kata Edi, Sabtu 30 September 2023.
Desa Lampar hanya memiliki satu sumur yang dimiliki secara pribadi, dan ini masih belum mencukupi kebutuhan seluruh warga, terutama yang tinggal di wilayah bagian atas desa. Oleh karena itu, mayoritas masyarakat harus membeli air bersih dari truk tangki swasta dengan harga yang bervariasi tergantung pada jaraknya.
"Fenomena menjual ternak untuk menghidupi ternak lainnya telah berlangsung selama dua bulan terakhir. Sebelumnya, warga masih memiliki tandon air hujan, tetapi karena sudah habis, mereka terpaksa harus membeli air," tambah Edi.
Salah satu warga, Triyono mengungkapkan, menghadapi masalah ini. Dia harus menjual dua dari lima ekor kambingnya untuk mengatasi krisis air dan pakan, hijauan untuk pakan ternak juga sulit didapatkan.
Untuk menghemat biaya, mereka memberikan daun-daun kering seperti blarak atau daun kelapa kering kepada ternak mereka.
"Iya, saya harus menjual hewan ternak, guna membeli pakan yang sulit, untuk hewan ternak," jelasnya
Bantuan air bersih dari Sat Brimob Polda Jateng telah menjadi penyelamat bagi warga Desa Lampar. Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jateng, AKP Muhammad Samsi, mengungkapkan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kemarau panjang.
"Bantuan air bersih ini adalah upaya kami untuk membantu warga yang mengalami dampak serius akibat kemarau. Kami telah menyediakan 7 tangki air di Desa Lampar dan 7 tangki air di Kecamatan Wonosamodro," ucap Samsi.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.