Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

HUT Jatim ke 78, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Sekaligus Operasi Pasar Murah

Bagikan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus berupaya membantu masyarakat dengan menggelar operasi pasar murah dan menyalurkan berbagai bantuan. (Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus berupaya membantu masyarakat dengan menggelar operasi pasar murah dan menyalurkan berbagai bantuan. (Pemprov Jatim)

PanganNews.id, Tuban- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus berupaya membantu masyarakat dengan menggelar operasi pasar murah dan menyalurkan berbagai bantuan serta zakat produktif di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke-78 Provinsi Jawa Timur.

Pada operasi pasar murah di Tuban, yang merupakan titik ke-25 dari rangkaian kegiatan serupa, bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam ras dijual dengan harga di bawah pasaran. Ini merupakan upaya untuk meringankan beban masyarakat dan menjaga pasokan kebutuhan bahan pokok.

Gubernur Khofifah mengatakan, operasi pasar murah dan penyaluran berbagai bantuan dan zakat produktif ini sengaja digelar untuk stabilisasi harga dan menjaga pasokan kebutuhan bahan pokok (bapok), serta meringankan beban masyarakat.

"Operasi pasar murah ini harapannya bisa meringankan beban masyarakat.  Sekaligus memudahkan akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat," terangnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, operasi pasar murah ini sekaligus sebagai upaya untuk menstabilkan harga beras. Dimana, saat ini, beras medium dan premium di Indonesia harganya di pasaran berada di atas HET.

"Namun di Jatim dalam kurun waktu dua minggu terakhir harga beras berangsur sudah turun. Khususnya jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Jawa," tandasnya.

Terkait harga beras yang masih di atas HET, Khofifah menjelaskan penyebabnya ialah harga Gabah Kering Giling (GKG) dan Gabah Kering Panen (GKP) di tempat penggilingan sudah di atas HET, sehingga berdampak terhadap harga beras di pasaran.

Namun demikian, ia memastikan ketersediaan beras yang ada di Jatim cukup bahkan surplus. Saat ini, Jatim juga mensuplai 16 provinsi di Indonesia Bagian Timur termasuk Sulawesi Selatan, serta Riau, dan Bangka Belitung.

"Artinya, Jatim harus melihat bahwa persoalan beras ini akan terus didedikasikan untuk kebutuhan warga bangsa Indonesia," imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah meminta  seluruh daerah di Jatim dapat menjaga ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang ada. Dan, ketahanan pangan ini harus dilakukan secara komprehensif serta dibangun oleh semua lini secara efektif dan efisien.

"Salah satu contohnya sayur sayuran bisa dioptimalkan dilahan terbatas dengan menggunakan polybag hingga hydroponic. Mari kita manfaatkan lahan di lingkungan terkecil yang kita miliki," katanya.

Gubernur Khofifah juga mengingatkan, saat ini dunia sedang menghadapi krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan. Untuk itu, sejumlah upaya mitigasi terus disiapkan. Seperti saat musim kemarau, banyak area persawahan yang membutuhkan irigasi sehingga meminta setiap daerah membuat sumur pompa.

Usai gelaran pasar murah, Gubernur Khofifah menyalurkan secara langsung berbagai bantuan, tali asih dan zakat produktif kepada para Penerima Manfaat (PM) di Tuban yang merupakan titik ke-14.

Berbagai bantuan tersebut, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) Perlindungan Lanjut Usia (Plus) kepada 2.333 penerima manfaat (PM) yang disalurkan secara simbolis kepada 20 PM.

Kemudian, bansos Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 34 PM penyandang disabilitas, bantuan alat bantu mobilitas disabilitas sebanyak 37 unit, dan bansos Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) kepada 60 PM.

Ada pula Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk buruh pabrik rokok lintas wilayah Jatim asal Tuban kepada 26 PM. BLT DBHCHT buruh pabrik rokok lintas wilayah Jatim asal Tuban telah diserahkan sebelumnya di Surabaya kepada 797 PM.

Selain itu, diserahkan pula tali asih kepada 20 orang personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), 20 orang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan bantuan transportasi kepada 30 Pendamping PKH.

Bansos tersebut disalurkan melalui cash transfer dengan difasilitasi Bank Jatim. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan bantuan yang telah diberikan Pemprov Jatim kepada penerima manfaat.

Dalam kesempatan yang sama, disalurkan pula zakat produktif untuk 100 pelaku usaha ultra mikro di wilayah Tuban.

“Kita semua berdoa panjenengan rezekinya berkah. Dan Allah memberikan kesejahteraan di dunia dan akhirat," pungkas Gubernur Khofifah.

Penulis : Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal