Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Indonesia Ajak Negara ASEAN Kolaborasi Jaga Ketahanan Pangan

Bagikan
SEMINAR : Perwakilan Indonesia saat menghadiri Senior Officials Meeting ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (SOM AMAF) ke-45 (badanpangan.go.id)
SEMINAR : Perwakilan Indonesia saat menghadiri Senior Officials Meeting ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (SOM AMAF) ke-45 (badanpangan.go.id)

PanganNews.id, Malaysia - Peningkatan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan tangguh di tengah ancaman perubahan iklim dan pemulihan dampak pandemi Covid-19 menuntut adanya komitmen yang kuat dari seluruh negara anggota ASEAN untuk terus berkolaborasi dan bersinergi bersama.

Komitmen tersebut disampaikan oleh para perwakilan negara anggota ASEAN dalam rangkaian pertemuan Senior Officials Meeting ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (SOM AMAF) ke-45, SOM AMAF+3 ke-23, AMAF ke-45, AMAF+3 ke-43, dan ASEAN Japan Ministers on Agriculture and Forestry (AJMAF) yang dilaksanakan pada tanggal 2-6 Oktober 2023 di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Pertemuan ini penting sebagai bentuk upaya bersama untuk terus menjaga ketahanan pangan di kawasan ASEAN berdasarkan prinsip circular economy sehingga dapat berkelanjutan dan tangguh”, ujar Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan NFA Rachmi Widiriani selaku focal point untuk ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) pada Minggu 2 Oktober 2023 lalu.

Hal itu selaras dengan yang disampaikan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi saat memberikan sambutan pembukaan dalam pertemuan ASEAN Food Security Reserve Board (AFSRB) ke-43 tanggal 7 Juni 2023 di Bogor, Jawa Barat.

“Kita perlu mengambil tindakan nyata untuk mengatasi ancaman krisis pangan global, termasuk risiko dan guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap sistem pangan. Karena itu penting untuk memastikan stabilitas ketersediaan pangan, aksesibilitas dan pemanfaatan pangan di kawasan ASEAN”, papar dia. 

Pertemuan juga memberikan perhatian terhadap implementasi ASEAN Leaders Declaration on Strengthening Food Security in Response to Crises yang telah diadopsi para pemimpin ASEAN di KTT ASEAN ke-43 di Jakarta.

Deklarasi yang diinisiasi Presiden Joko Widodo ini sebagai bentuk upaya untuk menyatukan peran seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan di ASEAN.

"Dalam kaitan ini, NFA sebagai lembaga pemerintah yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang pangan memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan pangan," papar dia. 

Menurutnya, NFA terus memperkuat cadangan pangan dan sistem distribusi pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, mengentaskan daerah rentan rawan pangan, diversifikasi konsumsi pangan, serta merumuskan dan mengendalikan standar keamanan pangan.

Diketahaui, delegasi RI dipimpin oleh Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi dan diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Badan Pangan Nasional.

Penulis : Egi Abdul Mugni 
Editor : R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal