Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Tingkatkan Ekspor Udang, Indonesia Jalin Kerja Sama dengan ADB

Bagikan
ILUSTRASI : Ekspor udang Indonesia untuk keperluan pasar dunia (kkp.go.id)
ILUSTRASI : Ekspor udang Indonesia untuk keperluan pasar dunia (kkp.go.id)

PanganNews.id, Jakarta  - Pemerintah Indonesia menggandeng Asian Development Bank (ADB) untuk meningkatkan produktivitas udang Indonesia di Pasar dunia. 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP,  Tb Haeru Rahayu menyebut, kerjasama itu diharapkan mampu  meningkatkan produktivitas udang nasional melalui Infrastructure Improvement for Shrimp Aquaculture Project (IISAP).

"Pinjaman dari ADB ini harus dikelola dengan baik dan selalu dihitung dengan pendekatan scientific based, agar anak cucu kita nanti bisa menikmati peningkatan infrastruktur, dalam hal ini pembangunan budidaya udang,” tegas Tb Haeru, Jumat 13 Oktober 2023.

Menurut dia, udang nasional saat ini masih merupakan komoditas yang mendominasi total ekspor di sektor perikanan Indonesia. Berdasarkan data, KKP mencatat nilai ekspor udang mencapai 2,16 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau berkontribusi 34,57% dari nilai ekspor perikanan Indonesia pada tahun 2022. Di tahun yang sama, capaian produksi udang sebesar 1,09 juta ton (Satu Data 2022), naik 15% dibandingkan produksi tahun 2021 sebesar 953 ribu ton. 

"Ini menunjukkan bahwa budidaya udang memiliki potensi pengembangan, baik secara produksi maupun pemanfaatan lahan secara optimal," papar dia.

 Sehingga, ia optimis dengan kerjasama pinjaman dari ADB, mampu lebih meningkatkan produktivitas dan pasar udang di kancah International dan bisa terbayarkan dalam waktu singkat.
 
"Kami optimis pinjaman ADB senilai kurang lebih Rp1,348 triliun dalam jangka waktu hingga Desember 2027, nanti bisa terselesaikan,” jelas Dirjen Tebe.

Country Director Asian Development Bank (ADB) Indonesia, Eric Quincieu mengungkapkan hal yang sama target dari proyek IISAP ini bakal tercapai. Pasalnya Indonesia merupakan pemain kunci dalam pasar udang global, menempati peringkat lima besar produsen udang dunia dengan pangsa pasar global sebesar 8,7 persen dan pasar ekspor di Uni Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat.

Eric juga meyakini proyek IISAP ini dapat memperkenalkan budidaya berkelanjutan yang mendukung rencana aksi Healthy Oceans and Sustainable Blue Economy.

Tentunya hasilnya nanti industri perikanan budidaya di Indonesia dapat berkontrubusi terhadap peningkatan perekonomian nasional, produktivitas, profitabilitas, dan kelestarian lingkungan budidaya udang. Adapun rencana lokasi program IISAP akan dibangun di 7 Provinsi yaitu Aceh, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Selatan.

“ADB berkomitmen dari proyek IISAP akan meningkatkan akses bagi pembudidaya, baik input produksi, pasar, dan ketertelusuran melalui investasi dalam infrastruktur adaptif iklim, peningkatan kapasitas, dan penguatan rantai nilai," ujar dia.

Selain itu juga akan memfasilitasi transfer pengetahuan dalam produksi benih udang berkualitas dan mengurangi ketergantungan induk dan benih impor,” jelas Eric.

Penulis : Egi Abdul Mugni 
Editor : R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal