Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Universitas Sebelas Maret Dampingi Petani Kopi Temanggung Demi Pertahankan Ciri Khas

Bagikan
Universitas Sebelas Maret saat mendampingi petani kopi Temanggung (Universitas Sebelas Maret)
Universitas Sebelas Maret saat mendampingi petani kopi Temanggung (Universitas Sebelas Maret)

PanganNews.id, Solo - Para Petani Kopi Robusta Temanggung (KRT) akan didampingi oleh Universitas Sebelas Maret untuk tetap menjaga ciri khas dan cita rasa komoditas mereka. 

Pasalnya, KRT sudah dikenal di kancah dunia kekhasan dan keunikan rasa kopinya. Sehingga para petani selalu mendapatkan permintaan tinggi di Pasar dunia. 

Kendati demikian, para petani malah bukan merasa untung, mereka malah khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar karena mengalami penurunan produktivitas. 

"Cukup banyak masalah yang dihadapi diantaranya soal pengadaan bibit dan pupuk. Selain itu,  umur pohon kopi yang bagus berkisar 15-30 tahun. Setelah 30 tahun produktivitas turun," kata Petani KRT, Solichin, Senin 16 Oktober 2023. 

Ia menyebut, pohon-pohon kopi yang ada di wilayahnya sudah mendekati 30 tahun. Sehingga,  sudah waktunya untuk melakukan peremajaan. Namun, dalam peremajaan dibutuhkan bibit kopi unggul. 

Ia membidik jenis kopi yang dibudidaya di Vietnam. Dia membandingkan data tanaman kopi di Temanggung, setiap klon hanya terdapat 12 - 14 ruas per tangkai. Sedangkan di Vietnam, dompolan setiap klon bisa 18 - 22 ruas per tangkai. Dengan begitu produktivitas kopi Vietnam jauh lebih banyak.

"Di Temanggung hasil panen tertinggi tercatat 20 ton, kemudian menurun rata-rata per tahun 10 - 12 ton per hektar dengan greanbean 3 ton. Karena itu saya ingin studi banding ke Vietnam," papar dia. 

Problematika petani kopi di Temanggung di atas diserap Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Dr Okid Parama Astirin. 

Ia meminta anggotanya,  Ir Widiyanto, SP MSi PhD, Hanifah Ihsaniyati SP MSi dan Dr Danang Purwanto SSos MSi untuk melanjutkan pendampingan. 

"Tiga peneliti UNS ini telah mendampingi petani kopi dalam upaya mempertahankan kekhasan dan keunikan kopi Temanggung yang berbeda dengan kopi dari wilayah lain," kata dia. 

Sementara ini Dr Widiyanto menyebut, para peneliti juga  telah melakukan penguatan terhadap petani kopi dan  melaksanakan pelatihan dalam upaya mengawal standar kopi Temanggung. 

Penulis : Egi Abdul Mugni 
Editor: R Muttaqien 

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal